Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar
Kamus

Retargeting

Pilar Iklan BerbayarDiperbarui
Definisi

Retargeting adalah cara menayangkan iklan kepada orang yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan bisnismu, misalnya pernah mengunjungi situs atau membuka aplikasimu, terutama yang belum melakukan konversi seperti membeli.

Retargeting, atau penargetan ulang, menjangkau orang yang sudah pernah mengenal bisnismu, bukan orang yang sama sekali baru. Logikanya sederhana: orang yang pernah melihat produkmu sudah selangkah lebih dekat ke keputusan membeli dibanding orang yang belum pernah mendengar namamu.

Setiap platform iklan punya nama sendiri untuk fitur ini. Di Meta Ads, retargeting dibangun dengan audiens kustom. Pusat Bantuan Bisnis Meta menjelaskan bahwa audiens kustom situs web memakai Meta Pixel untuk melacak pengunjung situs, lalu kamu bisa menayangkan iklan bertarget kepada mereka. Di Google Ads, istilah "pemasaran ulang" kini disebut segmen data Anda, yang dipakai untuk berinteraksi kembali dengan orang yang pernah berinteraksi dengan merek atau layananmu saat mereka menjelajahi Google atau situs partner.

Istilah retargeting dan remarketing memang sering dipakai bergantian, tetapi HubSpot membedakannya: retargeting memakai iklan untuk menarik kembali perhatian calon pelanggan berdasarkan perilaku online mereka, sedangkan remarketing lebih fokus menghidupkan lagi hubungan dengan pelanggan lama atau yang sudah tidak aktif, sering lewat email.

Secara umum ada dua cara mengumpulkan audiens retargeting: berbasis piksel (pengunjung situs atau aplikasi yang tercatat otomatis oleh kode pelacak) dan berbasis daftar (data pelanggan yang kamu unggah sendiri). Contoh pemakaian yang disebut Google adalah menargetkan orang yang sudah menambahkan barang ke keranjang tetapi tidak menyelesaikan transaksi.

Karena retargeting bergantung pada data interaksi, pasang piksel atau tag pelacakan lebih dulu. Tanpa data kunjungan, tidak ada audiens yang bisa ditarget ulang. Untuk menjangkau orang baru yang mirip dengan pengunjungmu, gunakan lookalike audience, lalu bandingkan hasil keduanya dengan ROAS masing-masing.

Contoh di bisnis Indonesia

Contoh ilustrasi: toko hijab online di Bandung memasang Meta Pixel di situsnya. Dalam sebulan tercatat 2.000 pengunjung halaman produk yang tidak sampai checkout (angka contoh ilustrasi). Pemilik toko membuat audiens kustom dari pengunjung halaman produk dalam 30 hari terakhir, lalu menayangkan iklan berisi produk yang sempat mereka lihat, lengkap dengan pengingat ongkos kirim. Hasil iklan retargeting ini dibaca terpisah dari iklan untuk audiens baru, supaya pemilik toko tahu mana yang lebih efisien.

Istilah terkait

Meta Pixel

Meta Pixel adalah potongan kode yang dipasang di situs web untuk mencatat tindakan pengunjung, sehingga kamu bisa mengukur dan mengoptimalkan iklan Meta.

Iklan Berbayar

Lookalike Audience

Lookalike audience (pemirsa serupa) adalah cara iklan Meta menjangkau orang baru yang karakteristiknya mirip dengan pelanggan yang sudah kamu punya.

Iklan Berbayar

Meta Ads

Meta Ads adalah iklan berbayar yang dibuat dan dikelola lewat Pengelola Iklan Meta untuk tayang di Facebook, Instagram, Messenger, WhatsApp, dan Meta Audience Network.

Iklan Berbayar

Google Ads

Google Ads adalah program periklanan online milik Google untuk membuat iklan yang menjangkau orang tepat saat mereka tertarik pada produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Iklan Berbayar

ROAS

ROAS (return on ad spend) adalah perbandingan antara pendapatan atau nilai konversi yang datang dari iklan dan biaya iklan yang kamu keluarkan untuk mendapatkannya.

Iklan Berbayar

Sumber

  1. Tentang audiens kustom Pusat Bantuan Bisnis Meta, diakses
  2. Tentang pemirsa khusus situs web Pusat Bantuan Bisnis Meta, diakses
  3. Tentang segmen data Anda Bantuan Google Ads, diakses
  4. What Is Retargeting? How To Set Up an Ad Retargeting Campaign HubSpot, diakses

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Diperbarui .