Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar
Email & WhatsAppTutorialDasar

Cara Jualan Online di WA dengan WhatsApp Business, dari Katalog sampai Pesanan

Cara jualan online di WA pakai WhatsApp Business: siapkan profil, katalog, salam otomatis, balasan cepat, dan label, lalu kelola pesanan sampai pembayaran.

Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui Baca 9 menit
Enam perempuan berkerudung dan seorang anak perempuan berdiri di kebun sambil memegang produk camilan berkemasan, seperti keripik dalam plastik dan kue dalam kotak
Foto: Krikilan Sangir / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Pelaku UMKM Desa Krikilan memperlihatkan produk kemasan mereka. Produk seperti inilah yang nantinya difoto dan dimasukkan ke katalog. Foto diperkecil dari berkas aslinya.

Jawaban singkat

Cara jualan online di WA yang rapi dimulai dari aplikasi WhatsApp Business yang gratis: daftarkan nomor khusus usaha, lengkapi profil bisnis, isi katalog, lalu nyalakan salam, pesan tidak di tempat, dan balasan cepat. Setelah itu, jalankan alur pesanan yang sama untuk setiap pembeli, mulai dari chat pertama, rekap pesanan, cek pembayaran, sampai kirim resi. Tandai status setiap obrolan dengan label agar tidak ada pesanan yang terlewat.

Daftar isi

Cara jualan online di WA yang tidak bikin kewalahan sebenarnya bukan soal rajin membalas chat. Kuncinya adalah menyiapkan WhatsApp sebagai etalase: ada profil toko, ada katalog, ada pesan otomatis, dan ada cara mencatat setiap pesanan. Di panduan ini kamu akan memahami dulu kenapa WhatsApp Business berbeda dari WhatsApp biasa, lalu mempraktikkan tujuh langkah persiapannya, dan terakhir menjalankan alur pesanan dari chat pertama sampai barang diterima, lengkap dengan templat balasan yang tinggal kamu ubah.

Satu catatan jujur sebelum mulai. Aplikasi WhatsApp Business hanya bisa dibuka setelah login dengan nomor, jadi kami tidak memotret layar aplikasi. Tangkapan layar di artikel ini diambil dari halaman publik Pusat Bantuan WhatsApp dan situs resmi WhatsApp Business pada 14 Oktober 2026, dan setiap langkah mengikuti panduan resmi versi Android. Artinya, langkah-langkah ini kami cocokkan dengan panduan resmi, bukan kami uji langsung di aplikasi, jadi nama menu di ponselmu bisa sedikit berbeda kalau aplikasinya sudah diperbarui. Kalau istilahnya masih asing, baca dulu arti WhatsApp Business di kamus kami.

Kenapa jualan online di WA sebaiknya pakai WhatsApp Business

Banyak penjual memulai dari nomor WhatsApp pribadi. Wajar, karena pembeli pertama biasanya teman dan keluarga. Masalah muncul ketika chat pembeli bercampur dengan grup keluarga, foto produk dikirim ulang satu per satu, dan pertanyaan yang sama ("masih ada, Kak?", "ongkir ke Bandung berapa?") dijawab manual puluhan kali.

Pusat Bantuan WhatsApp menjelaskan bahwa aplikasi WhatsApp Business bisa diunduh gratis di Android dan iPhone, didesain untuk pemilik usaha UMKM, dan menyediakan fitur untuk mengotomasi, mengurutkan, dan menanggapi pesan dengan cepat. Tampilannya hampir sama dengan WhatsApp biasa, jadi kamu tidak perlu belajar dari nol. Bedanya ada di fitur toko: profil bisnis, katalog, salam otomatis, balasan cepat, dan label.

Ada satu aturan yang sering bikin bingung. WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business adalah dua aplikasi berbeda, dan satu nomor tidak bisa dipakai di keduanya sekaligus. Menurut panduan unduh resmi, kedua aplikasi boleh dipakai bersamaan asalkan memakai nomor yang berbeda. Karena itu kami menyarankan nomor khusus usaha. Alasannya praktis: kamu bisa mematikan notifikasi toko saat libur tanpa ikut mematikan chat keluarga.

Pendapat kami: WhatsApp Business bukan pengganti toko di marketplace. Marketplace membawa pembeli baru yang sedang mencari barang, sementara WhatsApp paling kuat untuk pembeli yang sudah kenal kamu dan ingin bertanya dulu sebelum membeli. Jadi pakai keduanya sesuai perannya. Pembagian kanalnya kami bahas di strategi promosi untuk jualan online.

Yang perlu disiapkan sebelum mulai

Persiapan ini kelihatan sepele, tetapi menentukan seberapa cepat kamu bisa mulai melayani. Menurut kami, yang paling sering membuat penjual pemula tertunda justru foto produk dan daftar harga, bukan aplikasinya. Memasang aplikasi cukup beberapa menit, sedangkan memotret dua puluh produk dengan rapi bisa makan seharian.

Yang disiapkanKenapa perluCatatan dari aturan resmi
Nomor khusus usahaMemisahkan chat pembeli dari chat pribadiNomor harus bisa menerima SMS atau panggilan; nomor VoIP dan bebas pulsa tidak didukung
Nama tokoTampil di profil bisnisHindari huruf besar semua, emoji, simbol, atau kata "WhatsApp"
Foto produk yang jelasMinimal satu gambar per item katalogSampai 10 gambar atau video per item, video maksimal 50 MB
Daftar harga dan varianBahan deskripsi katalog dan rekap pesananSetiap item wajib punya nama unik dan negara asal
Jam kerja dan area kirimDipakai pesan tidak di tempat dan balasan defaultJadwal "di luar jam kerja" hanya muncul bila jam kerja diisi
Cara bayar yang kamu terimaDitulis di profil dan rekap pesananPilih di bagian Layanan pada profil

Aturan nomor di tabel berasal dari panduan pendaftaran resmi, aturan nama toko dari ketentuan nama bisnis (syarat agar akun bisa berstatus akun bisnis resmi), dan aturan foto dari panduan katalog.

Satu hal lagi: cek dulu apakah produkmu boleh dijual lewat WhatsApp. Kebijakan WhatsApp Business melarang jual beli antara lain senjata api, alkohol dan tembakau, obat-obatan, produk medis dan kesehatan, hewan hidup selain ternak, dan produk dewasa. Pusat Bantuan untuk pengguna Indonesia juga mencatat bahwa penjual mungkin diwajibkan memiliki perizinan berusaha lewat sistem OSS.

Cara jualan online di WA langkah demi langkah

Tujuh langkah di bawah ini mengubah WhatsApp Business menjadi toko yang siap melayani. Kerjakan berurutan sekali saja, kira-kira satu jam bila foto dan harga sudah siap. Setelah itu kamu tinggal merawatnya: memperbarui katalog saat ada stok baru dan merapikan label setiap minggu.

Langkah dicek pada , langkah dicocokkan dengan Pusat Bantuan WhatsApp dan whatsappbusiness.com (aplikasi WhatsApp Business versi Android), bukan diuji langsung di aplikasi karena aplikasinya butuh login.

  1. Langkah 1: Unduh WhatsApp Business dan daftarkan nomor khusus usaha

    Unduh aplikasi WhatsApp Business dari Google Play atau App Store, setujui Ketentuan Layanan, lalu masukkan nomor tanpa angka nol di depan. Nomor harus bisa menerima SMS atau panggilan karena kode pendaftaran 6 digit dikirim lewat salah satunya. Kalau nomor itu sudah dipakai di WhatsApp biasa, cadangkan dulu chat-mu sebelum memindahkannya.

    Tangkapan layar halaman Mulai dengan Aplikasi WhatsApp Business di whatsappbusiness.com dengan tombol Google Play dan App Store
    Halaman resmi untuk mulai memakai aplikasi WhatsApp Business. Kotak 1 menandai tombol unduhan. Diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Unduh dari Google Play atau App Store.
  2. Langkah 2: Lengkapi profil bisnis

    Buka tab Fitur, lalu Profil. Isi nama bisnis, deskripsi, kategori (maksimal 3), alamat atau area layanan, jam kerja, email, dan situs web bila ada. Di bagian Layanan, pilih opsi pembayaran yang kamu terima.

    Tangkapan layar artikel Pusat Bantuan WhatsApp tentang cara mengedit profil bisnis, bagian nama bisnis dan deskripsi, rentang harga, serta opsi pembayaran dan parkir
    Panduan resmi mengedit profil bisnis versi Android. Kotak 1 menandai nama dan deskripsi, kotak 2 menandai opsi pembayaran. Diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Nama bisnis dan deskripsi, 2 Opsi pembayaran.
  3. Langkah 3: Isi katalog produk

    Dari tab Fitur, ketuk Katalog, lalu Tambah item baru. Unggah foto atau video (sampai 10 per item), tulis nama produk, dan pilih negara asal. Setelah itu tambahkan detail opsional seperti harga, deskripsi, dan kode produk. Item baru tampil ke pembeli setelah disetujui WhatsApp.

    Tangkapan layar artikel Pusat Bantuan WhatsApp tentang cara menambahkan produk atau layanan ke katalog, berisi delapan langkah dari tab Fitur sampai detail opsional
    Langkah resmi menambah item katalog. Kotak bernomor menandai tombol Tambah item baru, negara asal yang wajib diisi, dan detail opsional seperti harga. Diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Tambah item baru, 2 Negara asal wajib diisi, 3 Harga dan deskripsi.
  4. Langkah 4: Nyalakan salam dan pesan tidak di tempat

    Dari tab Fitur, ketuk Salam, aktifkan Kirim salam, tulis pesannya, lalu pilih penerima. Ulangi di menu Pesan tidak di tempat dan pilih jadwal Di luar jam kerja supaya pembeli yang chat malam hari tetap mendapat jawaban.

    Tangkapan layar artikel Pusat Bantuan WhatsApp tentang cara menyiapkan salam, berisi langkah mengaktifkan Kirim salam dan pilihan penerima
    Panduan resmi menyiapkan salam. Kotak 1 menandai cara menyalakan salam, kotak 2 menandai pilihan penerima. Diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Aktifkan Kirim salam, 2 Pilih penerima.
  5. Langkah 5: Simpan balasan cepat untuk pertanyaan yang berulang

    Dari tab Fitur, ketuk Balas cepat, lalu tombol tambah. Tulis pesannya dan beri pintasan, misalnya /rekap atau /bayar. Kamu bisa menyimpan sampai 50 balasan cepat. Saat membalas chat, ketik garis miring untuk memanggil semuanya.

    Tangkapan layar artikel Pusat Bantuan WhatsApp tentang cara mengatur balasan cepat dan balasan default yang dipanggil dengan mengetik garis miring
    Panduan resmi balasan cepat. Kotak 1 menandai langkah membuat balasan, kotak 2 menandai cara memanggilnya dengan garis miring. Diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Buat balasan cepat, 2 Panggil dengan garis miring.
  6. Langkah 6: Buat label status pesanan

    Ketuk Obrolan, menu titik tiga, lalu Labeli obrolan. Buat label untuk setiap tahap pesanan, misalnya Tanya, Menunggu bayar, Dikemas, Dikirim, dan Selesai. Tekan lama sebuah obrolan untuk memasang labelnya. Kalau di aplikasimu menu label sudah berganti menjadi Daftar, buka Fitur, Daftar, lalu Daftar baru; cara memasangnya tetap dengan menekan lama obrolan.

    Tangkapan layar artikel Pusat Bantuan WhatsApp tentang cara membuat label dan memberi label ke obrolan, dengan catatan bisa membuat hingga 20 label
    Panduan resmi label. Kotak 1 menandai cara membuat label beserta batas 20 label, kotak 2 menandai cara memasangnya ke obrolan. Diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Buat label, maksimal 20, 2 Pasang label ke obrolan.
  7. Langkah 7: Bagikan tautan katalog

    Buka Fitur, Katalog, pilih item, lalu Bagikan. Kirim tautannya ke chat, pasang di status, atau salin untuk bio media sosial dan situs web. Ingat, status secara default dilihat semua kontakmu.

    Tangkapan layar artikel Pusat Bantuan WhatsApp tentang membagikan tautan katalog, berisi langkah Fitur, Katalog, Bagikan dan empat pilihan cara berbagi
    Panduan resmi membagikan tautan katalog. Kotak 1 menandai langkah membuka menu Bagikan, kotak 2 menandai pilihan kirim ke chat, status, atau aplikasi lain. Diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Fitur, Katalog, Bagikan, 2 Pilihan cara berbagi.

Tips katalog: tulis deskripsi produk dengan pola yang sama untuk semua item: ukuran atau berat, bahan, varian, dan berapa lama tahan. Pembeli jadi tidak perlu bertanya hal yang sama, dan kamu bisa memakai deskripsi itu lagi untuk caption. Rumus menulis kalimat yang menjual ada di panduan copywriting.

Ada dua detail dari Pusat Bantuan yang sebaiknya kamu tahu sejak awal. Pertama, item katalog baru tampil ke pembeli setelah disetujui WhatsApp, dan peninjauan koleksi (kelompok produk di dalam katalog) seharusnya tidak lebih dari 24 jam menurut panduan koleksi. Jadi jangan menyiapkan katalog satu jam sebelum promo dimulai. Kedua, salam hanya terkirim saat pembeli chat untuk pertama kalinya atau setelah 14 hari tidak ada percakapan. Kalau kamu mengetesnya dengan nomor teman yang baru kemarin chat, salam memang tidak akan muncul.

Alur pesanan dari chat pertama sampai pembayaran

Fitur yang sudah disiapkan baru terasa manfaatnya kalau setiap pembeli melewati alur yang sama. Diagram di bawah adalah alur yang kami sarankan untuk penjual yang mengurus semuanya sendiri.

Diagram enam langkah alur pesanan di WhatsApp Business: chat masuk, tunjukkan produk, pembeli memilih, konfirmasi pesanan, pembayaran, lalu kirim dan catat, masing-masing dengan fitur yang dipakai
Alur pesanan yang kami sarankan. Pita biru tua menyebut fitur WhatsApp Business yang dipakai di setiap tahap.

Tahap paling penting adalah nomor empat, konfirmasi pesanan. Di tahap ini kesalahan paling mahal terjadi: salah varian, salah alamat, atau ongkir yang belum disepakati. Pembeli yang memakai fitur keranjang mengirim item dan jumlah pilihannya sebagai pesan WhatsApp. Ongkir, alamat, dan cara bayar tetap perlu kamu sepakati di chat. Karena itu, selalu balas dengan satu rekap tertulis sebelum meminta pembayaran.

Berikut templat yang bisa kamu simpan sebagai balasan cepat. Nama toko, produk, dan angka di dalamnya adalah contoh ilustrasi, jadi ganti sesuai tokomu.

Salam (untuk fitur Salam):

Halo, terima kasih sudah menghubungi Dapur Sari! Katalog lengkap bisa Kakak lihat di profil kami. Mau tanya produk apa, Kak?

Rekap pesanan (pintasan /rekap):

Baik Kak, ini rekap pesanannya:
- Keripik singkong balado 250 g x 2
- Kue kering nastar 1 toples x 1
Ongkir ke Bandung: (isi sesuai cek ongkir)
Total: (isi total)
Dikirim ke: (nama, alamat, nomor HP penerima)
Kalau sudah sesuai, balas "OK" ya, nanti kami kirim info pembayaran.

Info pembayaran (pintasan /bayar):

Pembayaran bisa lewat (isi cara bayar yang kamu terima, misalnya kode QRIS toko atau tautan pembayaran). Setelah bayar, kirim foto bukti pembayaran di chat ini ya, Kak. Pesanan dikemas setelah pembayaran kami cek.

Kirim resi (pintasan /resi):

Pesanan Kakak sudah dikirim. Nomor resi: (isi resi). Kalau barang sudah sampai, kabari kami ya. Masukan Kakak membantu kami memperbaiki produk.

Perhatikan bahwa templat pembayaran tidak meminta data sensitif. Bagian "Melindungi Data & Mematuhi Hukum" di Kebijakan Pengiriman Pesan WhatsApp Business versi bahasa Indonesia berbunyi: "Jangan bagikan atau minta orang-orang untuk membagikan secara lengkap nomor kartu pembayaran individu, nomor rekening keuangan, nomor kartu ID pribadi, atau pengidentifikasi sensitif lainnya." Kalimat itu tidak menyebut pengecualian untuk rekening milik toko sendiri, dan kami tidak menemukan penjelasan resmi WhatsApp yang membedakan rekening toko dari rekening pembeli. Karena tidak ada kejelasan itu, pendapat kami: pilih cara bayar yang tidak mengharuskan nomor rekening lengkap diketik di chat, misalnya kode QRIS toko atau tautan pembayaran. Ini saran kehati-hatian dari kami, bukan tafsir resmi WhatsApp. Bukti pembayaran cukup, tidak perlu foto KTP pembeli.

Mencatat pesanan dengan label dan buku pesanan

Label membantu kamu melihat status semua obrolan dalam sekali pandang. Pusat Bantuan menyebut kamu bisa membuat hingga 20 label dengan nama dan warna berbeda. Pusat Bantuan juga mencatat bahwa label kini menjadi fitur daftar yang diluncurkan bertahap. Menurut panduan daftar, kamu juga bisa membuat sampai 20 daftar dengan warna sendiri, dan obrolan dimasukkan ke daftar dengan cara yang sama, yaitu menekan lama obrolannya. Berikut susunan label yang kami pakai sebagai contoh.

LabelArtinyaTindakan berikutnya
TanyaPembeli baru bertanya, belum memesanKirim item katalog yang relevan
Menunggu bayarRekap sudah disetujuiCek bukti transfer, ingatkan sekali bila perlu
DikemasPembayaran sudah dicekKemas dan kirim sesuai janji
DikirimResi sudah dikirimTanya kabar setelah perkiraan barang tiba
SelesaiBarang diterimaSimpan sebagai pelanggan, tawarkan produk baru bulan depan

Label saja tidak cukup untuk menghitung penjualan. Label tidak menjumlahkan omzet dan bisa berubah kalau kamu lupa memindahkannya. Karena itu, catat setiap pesanan yang sudah dibayar di buku pesanan sederhana, entah buku tulis atau spreadsheet: tanggal, nama pembeli, produk, total, dan cara bayar.

Contoh ilustrasi: toko camilan rumahan mencatat 40 chat masuk dalam seminggu, dan 10 di antaranya berakhir dengan pembayaran. Artinya 1 dari 4 chat menjadi pesanan. Angka sederhana ini adalah bentuk conversion rate, dan dari situ kamu bisa melihat apakah perubahan katalog atau balasan membuat lebih banyak chat berubah menjadi pembelian.

Buku pesanan juga menjadi bahan customer retention, yaitu menjaga pembeli lama agar kembali membeli. Kalau datanya mulai banyak, kamu sedang membangun versi kecil dari CRM. Satu aturan penting dari kebijakan WhatsApp Business: informasi dari chat satu pelanggan tidak boleh diteruskan atau dibagikan ke pelanggan lain. Jadi jangan pernah memamerkan tangkapan layar chat pembeli lengkap dengan nama dan nomornya sebagai testimoni.

Tips jualan laris di WhatsApp tanpa jadi spam

Bagian ini perlu hati-hati. Godaan terbesar saat penjualan sepi adalah mengirim broadcast promo ke semua kontak setiap hari. Menurut kami, itu cara tercepat membuat orang menekan tombol blokir.

Kebijakan WhatsApp Business cukup tegas: kamu hanya boleh menghubungi orang yang sudah memberikan nomornya dan sudah setuju menerima pesan darimu, dan permintaan berhenti dihubungi wajib dihormati. Jadi sumber pembeli harus datang dari luar, lalu diarahkan masuk ke chat. Beberapa cara yang sesuai aturan:

  1. Pasang tautan chat di tempat pembeli melihatmu. Aplikasi membuat tautan pendek otomatis, dan kamu bisa mengatur pesan pembuka bawaannya. Taruh tautan itu di bio media sosial, situs web, atau stiker di kemasan. Sebelum menaruhnya di deskripsi toko marketplace, baca dulu aturan marketplace itu soal mencantumkan kontak di luar aplikasinya.
  2. Unggah produk di status, bukan di chat pribadi. Menurut panduan berbagi katalog, pembaruan status secara default dibagikan ke semua kontakmu. Pembeli bisa membukanya kapan pun mereka mau, jadi terasa lebih sopan daripada pesan promosi yang masuk ke chat pribadi. Ide konten mingguan bisa kamu cari di generator ide konten.
  3. Kirim promo hanya ke pembeli yang bersedia. Tanyakan di akhir transaksi, misalnya "Boleh kami kabari kalau ada varian baru?". Contoh kalimat promosinya sudah kami kumpulkan di contoh promosi di WhatsApp.
  4. Balas cepat di jam kerja, jujur di luar jam kerja. Pesan tidak di tempat yang menyebut kapan kamu kembali lebih baik daripada membiarkan chat menggantung.

Satu sudut pandang lagi soal kecepatan. Membalas dalam hitungan detik memang menyenangkan pembeli, tetapi tidak ada gunanya kalau jawabannya salah. Lebih baik menjawab dua menit kemudian dengan rekap yang benar. Kalau kamu ingin melihat strategi WhatsApp dari sisi pemasaran yang lebih luas, baca juga ulasan strategi WhatsApp marketing di situs pribadi penulis artikel ini.

Langkah berikutnya setelah toko WhatsApp siap

Setelah tujuh langkah persiapan selesai, jalankan alur pesanan selama dua minggu tanpa banyak mengubah apa pun. Lalu evaluasi dari buku pesananmu: produk apa yang paling sering ditanya, di tahap mana pembeli berhenti membalas, dan berapa chat yang berubah menjadi pembayaran. Data dua minggu ini jauh lebih berguna daripada menebak-nebak.

Inti dari cara jualan online di WA adalah alur yang konsisten, bukan banyaknya pesan yang kamu kirim. Kalau pembeli banyak berhenti setelah melihat harga, perbaiki penjelasan nilai produk di katalog. Kalau mereka berhenti setelah rekap, mungkin ongkir atau cara bayar yang jadi kendala. Untuk memperluas jangkauan, pelajari pilar Email & WhatsApp Marketing dan pilar Marketplace, atau tambah penghasilan dari produk orang lain lewat Shopee Affiliate bila kamu belum punya stok sendiri.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah WhatsApp Business berbayar?

Aplikasinya gratis. Pusat Bantuan WhatsApp menyebut aplikasi WhatsApp Business bisa diunduh secara gratis di Android dan iPhone. Yang berbayar adalah fitur tambahan tertentu, misalnya pesan marketing, yang menurut Pusat Bantuan ditagih per pesan yang tersampaikan dan baru tersedia di negara tertentu.

Bisakah satu nomor dipakai di WhatsApp biasa dan WhatsApp Business sekaligus?

Tidak. Pusat Bantuan WhatsApp menulis bahwa WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business adalah dua aplikasi berbeda, dan satu nomor tidak bisa dipakai di keduanya pada saat yang sama. Kamu bisa memindahkan nomor dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Kalau ingin memakai kedua aplikasi bersamaan, setiap akun harus memakai nomor yang berbeda.

Kenapa produk di katalog belum terlihat oleh pembeli?

Setiap foto, video, dan produk di katalog ditinjau dulu agar sesuai kebijakan WhatsApp. Item yang masih menunggu persetujuan atau ditolak tidak terlihat oleh pembeli. Item yang ditolak ditandai ikon tanda seru merah, dan kamu bisa mengetuknya lalu memilih Minta peninjauan kembali.

Produk apa yang tidak boleh dijual lewat WhatsApp Business?

Kebijakan WhatsApp Business melarang jual beli sejumlah barang, antara lain senjata api, alkohol dan tembakau, obat-obatan, produk medis dan kesehatan, satwa langka, hewan hidup selain ternak, barang berbahaya, produk dewasa, dan skema multi-level marketing. Cek daftar lengkapnya di halaman kebijakan resmi sebelum mengisi katalog.

Bolehkah saya mengirim promosi ke semua kontak di ponsel?

Kebijakan WhatsApp Business hanya membolehkan kamu menghubungi orang yang sudah memberikan nomornya dan sudah setuju menerima pesan darimu. Permintaan berhenti dihubungi juga wajib dihormati. Jadi kirim promosi hanya ke pembeli yang pernah chat dan bersedia, bukan ke seluruh buku telepon.

Apakah jualan online di WA perlu izin usaha?

Pusat Bantuan WhatsApp untuk pengguna Indonesia memberi catatan bahwa penjual mungkin diwajibkan Kementerian Perdagangan memiliki perizinan berusaha lewat sistem OSS (Online Single Submission). Panduannya ada di oss.go.id. Cek kewajiban untuk jenis usahamu di sana.

Bagaimana cara menerima pembayaran yang aman lewat chat WhatsApp?

Kirim rekap pesanan tertulis lebih dulu, lalu minta pembayaran setelah pembeli menyetujuinya. Kebijakan Pengiriman Pesan WhatsApp Business melarang meminta atau membagikan nomor kartu pembayaran, nomor rekening, dan nomor identitas pribadi secara lengkap, jadi kami menyarankan cara bayar seperti kode QRIS toko atau tautan pembayaran. Cukup minta foto bukti pembayaran, tidak perlu foto KTP pembeli.

Sumber

  1. Tentang Aplikasi WhatsApp Business Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  2. Cara Mendaftar Aplikasi WhatsApp Business Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  3. Cara Mengunduh Aplikasi WhatsApp Business Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  4. Cara Memindahkan Akun WhatsApp Messenger ke Aplikasi WhatsApp Business Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  5. Tentang profil bisnis Anda Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  6. Cara Mengedit Profil Bisnis Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  7. Tentang Membuat Nama Bisnis Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  8. Fitur Katalog Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  9. Cara Membuat dan Mengelola Katalog Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  10. Cara Membuat dan Mengelola Koleksi di Katalog Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  11. Fitur Keranjang Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  12. Cara Menggunakan Fitur Keranjang Belanja di Aplikasi WhatsApp Business Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  13. Cara Menggunakan Salam Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  14. Cara Menggunakan Pesan Tidak di Tempat Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  15. Cara Menggunakan Balasan Cepat Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  16. Cara Menggunakan Label Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  17. Cara Menggunakan Daftar Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  18. Membagikan Tautan Katalog Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  19. Cara Membuat Tautan Pendek Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  20. Pesan Marketing Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  21. WhatsApp Business Messaging Policy WhatsApp (whatsappbusiness.com), diakses
  22. Kebijakan Pengiriman Pesan WhatsApp Business (versi bahasa Indonesia, terakhir diperbarui 23 September 2026) WhatsApp (whatsappbusiness.com), diakses
  23. Mulai dengan Aplikasi WhatsApp Business WhatsApp Business (whatsappbusiness.com), diakses
  24. Panduan OSS OSS RBA (oss.go.id) (oss.go.id), diakses

Penanggung jawab artikel

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Draf disusun dengan bantuan AI lalu dicek ke sumbernya, sesuai Pedoman Redaksi. Diperbarui . Langkah dicek pada .