Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar
Kamus

Conversion Rate

Pilar Analitik & MetrikDiperbarui
Definisi

Conversion rate adalah rata-rata jumlah konversi per interaksi, ditampilkan sebagai persentase.

Panduan lengkap: Conversion Rate: Pengertian, Rumus, dan Cara Meningkatkannya

Definisi ini mengikuti glosarium Bantuan Google Ads, yang menyebut rasio konversi dihitung dengan membagi jumlah konversi dengan jumlah total interaksi iklan yang bisa dilacak ke konversi dalam jangka waktu yang sama. Konversi adalah tindakan yang kamu anggap bernilai, misalnya pembelian, pengisian formulir, atau pendaftaran.

Di iklan, interaksi bisa berupa klik, dan Google sendiri memakai klik sebagai contoh saat menjelaskan rasio konversi. Di luar iklan, prinsipnya sama: kamu memilih satu tindakan yang dihitung sebagai konversi, lalu membaginya dengan jumlah kesempatan, misalnya jumlah pengunjung landing page. Yang penting, pembilang dan penyebutnya diambil dari periode dan sumber data yang sama, supaya angkanya bisa dibandingkan dari waktu ke waktu.

Google juga mencatat bahwa bila kamu melacak lebih dari satu tindakan konversi, atau memilih menghitung "Setiap" konversi, rasio konversi bisa melebihi 100 persen karena lebih dari satu konversi dapat dihitung untuk setiap klik.

Conversion rate sering dibaca bersama CTR dan CPA. CTR menunjukkan seberapa banyak orang tertarik mengeklik, conversion rate menunjukkan seberapa banyak yang akhirnya bertindak, dan CPA menunjukkan berapa biaya setiap tindakan itu. Cara menaikkannya, misalnya lewat A/B testing dan call to action yang jelas, dibahas di artikel conversion rate. Tidak ada angka conversion rate yang berlaku sama untuk semua bisnis, jadi bandingkan terutama dengan angkamu sendiri dari periode sebelumnya.

Contoh di bisnis Indonesia

Contoh ilustrasi: sebuah toko sepatu lokal di Bandung menjalankan iklan pencarian selama satu bulan. Iklannya mendapat 2.000 klik, dan 60 di antaranya berakhir dengan pembelian di situs. Conversion rate-nya 60 / 2.000 x 100% = 3%. Bulan berikutnya pemilik toko menyederhanakan formulir checkout, lalu membandingkan conversion rate dengan angka 3% tadi, bukan dengan angka toko lain.

Rumus

Conversion rate = Jumlah konversi / Jumlah interaksi x 100%

Jumlah konversi
banyaknya tindakan bernilai yang tercatat (pembelian, isi formulir, pendaftaran) dalam satu periode
Jumlah interaksi
banyaknya interaksi (misalnya klik iklan atau kunjungan halaman) yang bisa dilacak ke konversi pada periode yang sama

Rumus mengikuti glosarium Google Ads (contoh resminya 50 konversi dari 1.000 interaksi = 5%). Bila satu interaksi bisa menghasilkan beberapa konversi, hasilnya bisa melebihi 100%.

Istilah terkait

CTR

CTR (click-through rate) adalah persentase klik yang didapat iklan atau tautanmu dibandingkan jumlah tayangannya, yaitu jumlah klik dibagi jumlah tayangan.

Analitik & Metrik

CPA

CPA (cost per acquisition) adalah total biaya pemasaran yang dibelanjakan untuk setiap tindakan yang dilakukan pelanggan, misalnya pembelian, registrasi, atau pendaftaran.

Iklan Berbayar

Landing Page

Landing page adalah halaman web yang dituju orang setelah mengeklik iklan atau tautan kampanye, dibuat untuk satu tujuan seperti mengisi formulir atau membeli.

SEO & Website

A/B Testing

A/B testing adalah cara membandingkan dua versi sebuah iklan, halaman, atau pesan yang dibedakan pada variabel tertentu untuk mengetahui versi mana yang memberi hasil lebih baik.

Analitik & Metrik

Call to Action (CTA)

Call to action (CTA) adalah bagian halaman, iklan, atau konten yang mengajak audiens melakukan satu langkah tertentu, misalnya membeli, mendaftar, atau mengirim pesan.

Branding & Copywriting

Funnel Marketing

Funnel marketing adalah peta tahapan yang dilalui calon pembeli, mulai dari pertama kali mengenal brand sampai membeli dan menjadi pelanggan setia.

Strategi & Teori Pemasaran

Sumber

  1. Rasio konversi: Definisi Bantuan Google Ads, diakses

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Diperbarui .