Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar
IklanTutorialMenengah

Meta Ads Library Search: Cara Melihat dan Mencatat Iklan Kompetitor

Panduan meta ads library search: cari iklan kompetitor di Galeri Iklan Meta tanpa login, baca tanggal tayang dan versinya, lalu catat polanya di satu lembar.

Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui Baca 10 menit
Halaman depan Galeri Iklan Meta berbahasa Indonesia dengan kotak Cari iklan berisi pilihan negara Indonesia dan Kategori iklan

Tangkapan layar Meta Ads Library (Galeri Iklan Meta), diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya.

Jawaban singkat

Meta ads library search adalah cara mencari iklan yang sedang tayang di Facebook, Instagram, dan layanan Meta lain lewat Galeri Iklan Meta, dan siapa pun bisa memakainya tanpa akun Facebook. Pilih negara Indonesia dan kategori Semua iklan, ketik kata kunci atau nama pengiklan, lalu baca tanggal mulai tayang, platform, dan jumlah versi tiap iklan. Catat polanya di satu lembar supaya hasil riset kompetitor bisa kamu pakai untuk iklanmu sendiri.

Daftar isi

Meta ads library search adalah cara mengintip iklan yang sedang dipasang pesaingmu di Facebook dan Instagram, gratis dan tanpa login. Di versi berbahasa Indonesia, alat ini bernama Galeri Iklan Meta. Di artikel ini kamu akan memahami dulu apa yang sebenarnya ditampilkan alat itu, lalu mempraktikkan pencariannya langkah demi langkah dengan tangkapan layar bertanggal, sampai kamu punya satu lembar catatan pola iklan yang bisa dipakai untuk menyusun iklanmu sendiri.

Kenapa riset ini layak diluangkan waktu? Pembeli yang ingin kamu jangkau ada di sana. Menurut DataReportal (Digital 2026: Indonesia), data di alat iklan Meta menunjukkan Facebook punya 121 juta pengguna di Indonesia dan Instagram 108 juta pengguna pada akhir 2025. Artinya, pesaingmu kemungkinan besar juga beriklan di sana, dan sebagian jejaknya bisa kamu baca secara terbuka. Kalau kamu belum akrab dengan cara kerja iklan Meta, baca dulu pengertian Meta Ads dan struktur kampanyenya.

Apa itu Meta Ads Library dan untuk apa dibuat?

Meta Ads Library (Galeri Iklan Meta) adalah perpustakaan publik berisi iklan yang tayang di seluruh layanan Meta. Menurut Meta Business Help Centre, Ad Library dibuat sebagai pusat transparansi iklan, berisi semua iklan aktif yang ditampilkan di seluruh teknologi Meta, serta konten bermerek aktif di Facebook dan Instagram yang memakai label kemitraan berbayar. Siapa pun bisa melihat dan mencari di dalamnya.

Perhatikan kata "transparansi". Galeri Iklan tidak dibuat untuk membantu pengiklan memata-matai pesaing. Alat ini dibuat supaya orang biasa bisa mengecek siapa yang beriklan dan apa isi iklannya. Kegunaannya untuk riset kompetitor adalah efek samping yang menyenangkan, dan itu menjelaskan kenapa datanya terbatas: yang dibuka adalah isi iklan, bukan dapur pengiklan.

Halaman Galeri Iklan Meta sendiri menyebut tiga jenis isi yang bisa dicari:

Jenis iklanBerapa lama tersediaInfo tambahan
Semua iklan yang sedang tayangSelama iklan aktifKonten iklan, kapan mulai tayang, dan siapa pengiklannya
Iklan isu sosial, pemilu, atau politik7 tahun terakhirPengeluaran, jangkauan, dan pihak yang mendanai
Iklan yang tayang di Uni Eropa atau InggrisSetahun setelah impresi terakhirTransparansi tambahan khusus Inggris dan UE

Satu detail praktis dari halaman yang sama: iklan baru muncul di Galeri Iklan dalam waktu 24 jam sejak impresi pertamanya, dan perubahan pada iklan juga tercermin dalam 24 jam. Jadi kalau pesaingmu baru memasang iklan pagi ini, wajar kalau iklannya belum terlihat.

Bedakan dengan Ads Manager: Galeri Iklan hanya untuk melihat iklan orang lain. Untuk membuat dan mengatur iklanmu sendiri, kamu memakai Ads Manager di akun bisnismu, dan langkahnya kami bahas di panduan cara iklan di Instagram.

Data apa yang terlihat dan tidak terlihat untuk iklan di Indonesia?

Bagian ini sering dilewati, padahal paling menentukan cara kamu membaca hasil pencarian. Untuk iklan komersial di Indonesia, kamu hanya melihat iklan yang sedang aktif. Menurut halaman Meta Ad Library API, data jumlah belanja dan impresi berupa rentang hanya tersedia untuk iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik, sedangkan data penargetan dan jangkauan tambahan disediakan untuk iklan yang tayang di Inggris dan Uni Eropa.

Diagram dua panel: data yang terlihat di Galeri Iklan Meta untuk iklan komersial di Indonesia dan data yang tidak terlihat seperti anggaran, klik, penjualan, dan target audiens
Galeri Iklan cocok untuk membaca materi dan durasi iklan, bukan untuk menebak anggaran atau hasil penjualan pesaing.

Kami menguji batas ini sendiri pada 14 Oktober 2026. Pencarian "kopi susu" dengan filter Iklan aktif menghasilkan sekitar 1.600 iklan. Saat filter diganti ke Iklan tidak aktif, yang muncul adalah iklan berlabel Transparansi UE atau iklan berkategori politik dengan rentang belanja dan impresi. Iklan kopi lokal yang hanya tayang di Indonesia dan sudah berhenti tidak lagi bisa kami temukan. Hasil ini sejalan dengan aturan yang ditulis Meta di atas.

Apa akibatnya untuk risetmu? Ada tiga:

  1. Galeri Iklan adalah potret hari ini, bukan arsip. Kalau kamu ingin tahu iklan apa yang pernah dipakai pesaing bulan lalu, kamu harus mencatatnya sendiri waktu iklan itu masih tayang. Inilah alasan lembar catatan di bagian berikutnya penting.
  2. Jangan menebak anggaran pesaing. Tidak ada angka belanja, klik, atau penjualan untuk iklan produk biasa. Siapa pun yang mengaku bisa membaca omzet pesaing dari Galeri Iklan sedang menebak.
  3. Tanggal mulai tayang adalah sinyal terkuat yang kamu punya. Iklan yang terus aktif berminggu-minggu kemungkinan dianggap layak oleh pemiliknya. Tapi ingat, itu hipotesis. Bisa saja pengiklan lupa mematikannya.

Cara memakai meta ads library search langkah demi langkah

Panduan berikut kami uji di versi web berbahasa Indonesia pada 14 Oktober 2026, tanpa login, di layar laptop 1366 x 768. Contoh kata kuncinya "kopi susu", produk yang dijual banyak kedai dan penjual minuman rumahan. Ganti dengan produk yang kamu jual.

Langkah dicek pada , Meta Ads Library (Galeri Iklan Meta) versi web berbahasa Indonesia, tampilan 14 Oktober 2026, tanpa login.

  1. Langkah 1: Buka Galeri Iklan dan atur negara serta kategori

    Buka facebook.com/ads/library. Di kotak Cari iklan, pastikan negara berisi Indonesia, lalu klik Kategori iklan dan pilih Semua iklan. Pilihan Isu, pemilu, atau politik hanya untuk iklan bertema politik dan sosial.

    Kotak Cari iklan di Galeri Iklan Meta dengan negara Indonesia dan menu Pilih Kategori Iklan yang terbuka berisi Semua iklan serta Isu, pemilu, atau politik
    Tangkapan layar Meta Ads Library, diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 1 Negara, 1 Semua iklan.
  2. Langkah 2: Ketik kata kunci atau nama pengiklan

    Ketik kata produk yang dijual pesaingmu, misalnya kopi susu, atau nama halaman pesaing. Pilih saran Cari frasa yang persis ini bila kamu ingin iklan yang memuat frasa itu, atau pilih nama di daftar Pengiklan bila kamu sudah tahu halamannya.

    Kolom pencarian Galeri Iklan Meta berisi kata kunci kopi susu dengan saran Cari frasa yang persis ini dan daftar pengiklan yang disamarkan
    Tangkapan layar Meta Ads Library, diambil 14 Oktober 2026. Saran nama pengiklan disamarkan. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 2 Kata kunci, 2 Frasa persis.
  3. Langkah 3: Baca jumlah hasil dan kartu iklan

    Halaman hasil menampilkan perkiraan jumlah iklan, lalu kartu per iklan. Di bagian atas kartu ada status Aktif, Mulai dijalankan pada (tanggal mulai tayang), ikon Platform, dan kadang label versi.

    Halaman hasil Galeri Iklan Meta untuk kata kunci kopi susu berisi sekitar 1.600 hasil dan tiga kartu iklan aktif dengan tanggal mulai dijalankan dan ikon platform
    Tangkapan layar Meta Ads Library, diambil 14 Oktober 2026. ID Galeri, nama pengiklan, dan materi iklan disamarkan. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 3 Jumlah hasil, 3 Tanggal dan platform.
  4. Langkah 4: Persempit dengan Filter dan urutan

    Klik Filter untuk membatasi Bahasa, Pengiklan, Platform, Jenis Media, Status Aktif, dan Impresi berdasarkan Tanggal, lalu klik tombol Terapkan (labelnya ikut menyebut jumlah filter, misalnya Terapkan 1 Filter). Lewat Urut berdasarkan, kamu bisa memilih Impresi: tinggi ke rendah atau Terbaru.

    Panel Filter Galeri Iklan Meta berisi pilihan Bahasa, Pengiklan, Platform, Jenis Media, Status Aktif, dan Impresi berdasarkan Tanggal
    Tangkapan layar Meta Ads Library, diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 4 Filter utama, 4 Status Aktif, 4 Rentang tanggal.
  5. Langkah 5: Buka detail iklan yang menarik

    Klik Lihat Detail Iklan (atau Lihat Detail Ringkasan untuk iklan yang memakai materi sama). Jendela detail memuat materi iklan lengkap dan bagian Tentang pengiklan ini yang berisi info halaman pengiklan.

    Jendela Detail Iklan di Galeri Iklan Meta dengan status Aktif, tanggal mulai dijalankan, ikon platform, dan bagian Tentang pengiklan ini
    Tangkapan layar Meta Ads Library, diambil 14 Oktober 2026. ID Galeri dan isi iklan disamarkan. Tampilan dan merek milik pemiliknya. Bagian yang ditandai: 5 Data tayang, 5 Info pengiklan.
  6. Langkah 6: Catat polanya di lembar catatan

    Tulis satu baris per iklan: pengiklan, tanggal mulai dan lama tayang, format, kalimat pembuka, penawaran, tombol ajakan, dan jumlah versi. Ulangi pengecekan dua minggu kemudian untuk melihat iklan mana yang bertahan.

Dua kebiasaan kecil membuat hasil pencarian jauh lebih berguna. Pertama, cari dengan dua cara: kata produk ("kopi susu", "kopi literan") dan nama halaman pesaing yang sudah kamu kenal. Pencarian kata kunci menangkap pesaing yang belum kamu ketahui, sedangkan pencarian nama halaman menampilkan semua iklan satu pengiklan sekaligus. Kedua, kalau pesaingmu menyasar pembeli di kota tertentu, perhatikan bahasa dan nama tempat di teks iklannya, karena Galeri Iklan tidak menampilkan target lokasi iklan komersial.

Tips: sesuai namanya, urutan Impresi: tinggi ke rendah menaruh iklan dengan tayangan terbanyak di atas, walau angka impresinya sendiri tidak ditampilkan untuk iklan komersial. Urutan Terbaru lebih cocok untuk memantau iklan baru pesaing setiap dua minggu.

Cara membaca kartu iklan: tanggal, platform, dan versi

Kartu iklan terlihat sederhana, tapi setiap barisnya bisa dibaca sebagai petunjuk. Berikut cara kami membacanya:

Yang tertulis di kartuArtinyaPertanyaan yang perlu kamu jawab
AktifIklan sedang tayang saat kamu mengecekSudah berapa lama aktif?
Mulai dijalankan padaTanggal iklan pertama kali tayangHitung lama tayangnya sampai hari ini
Platform (ikon)Layanan Meta tempat iklan tayangApakah pesaing hanya di Instagram, atau juga di Facebook dan layanan Meta lain?
Iklan ini memiliki beberapa versiSatu entri punya lebih dari satu versi materiBagian mana yang sedang diuji: gambar, teks, atau tombol?
N iklan menggunakan materi iklan dan teks iniMateri yang sama dipakai di beberapa iklanMateri ini dipakai ulang di beberapa iklan, jadi kemungkinan dianggap layak
Tombol di bawah iklan (contoh: Pesan sekarang, Kirim pesan)Ajakan yang dipilih pengiklanPembeli diarahkan ke chat, toko, atau situs?

Nah, dari pengalaman kami membaca puluhan kartu, tanggal mulai tayang lebih jujur daripada jumlah iklan. Pengiklan bisa memasang banyak iklan sekaligus dalam satu hari, sedangkan iklan yang dibiarkan hidup berbulan-bulan biasanya iklan yang dianggap layak oleh pemiliknya. Saat mencari "kopi susu", kartu yang mulai dijalankan Desember 2025 muncul berdampingan dengan kartu yang baru dimulai Oktober 2026. Tanpa membaca tanggalnya, keduanya tampak setara, padahal yang pertama sudah bertahan sekitar sepuluh bulan.

Satu lagi yang layak diperhatikan: ke mana tombol ajakan mengarah. Di hasil pencarian "kopi susu", kami menemukan beberapa iklan dengan tombol pesan WhatsApp, bukan tautan ke situs. Pola seperti itu menandakan pesaing kemungkinan besar menutup penjualan lewat chat, jadi kecepatan membalas pesan bisa jadi medan persaingan yang sebenarnya. Istilah tombol seperti ini dijelaskan di kamus call to action.

Lembar catatan pola iklan kompetitor

Mencari iklan itu mudah. Yang membuat riset ini berguna adalah mencatat. Tanpa catatan, kamu hanya menggulir layar, merasa terinspirasi, lalu lupa. Karena iklan komersial yang sudah berhenti hilang dari Galeri Iklan, catatanmu sendiri adalah satu-satunya arsip yang kamu punya.

Tabel lembar catatan pola iklan kompetitor dengan kolom pengiklan, mulai tayang, format, kalimat pembuka, penawaran, ajakan, dan versi, berisi dua baris contoh ilustrasi kedai kopi fiktif
Contoh ilustrasi lembar catatan. Salin kolomnya ke spreadsheet dan isi satu baris per iklan.

Salin tujuh kolom di atas ke spreadsheet, lalu isi satu baris per iklan. Kolom yang paling sering kami lihat diabaikan adalah kalimat pembuka. Di video, ini kalimat atau tulisan di tiga detik pertama. Di foto, ini baris teks pertama sebelum terpotong tanda "...". Kalimat pembuka adalah bagian pertama yang ditangkap orang sebelum memutuskan lanjut menggulir atau berhenti, dan pola di kolom ini paling mudah kamu terapkan di iklanmu. Untuk menilainya, prinsip di panduan copywriting untuk konten jualan bisa dipakai sebagai patokan.

Contoh ilustrasi cara membacanya: Kedai Kopi A di lembar di atas memakai video 15 detik dengan penawaran beli 2 gratis 1, sudah tayang 72 hari, dan punya 4 versi. Kedai Kopi B memakai foto carousel menu baru dan baru tayang 12 hari. Kesimpulan sementara yang masuk akal: penawaran paket untuk pembelian lebih banyak tampaknya bertahan di pasar ini, dan Kedai A sedang menguji beberapa variasinya. Kesimpulan yang tidak boleh kamu ambil: "iklan Kedai A laku keras". Datanya tidak ada.

Setelah lima sampai sepuluh baris terisi, cari yang berulang. Biasanya pola muncul di tiga tempat: jenis penawaran (diskon, paket, gratis ongkir), format (video pendek atau foto), dan arah tombol (chat atau toko). Pola yang berulang di banyak pesaing adalah standar pasar. Pola yang hanya dipakai satu pesaing tetapi bertahan lama adalah peluang untuk dipelajari.

Contoh ilustrasi untuk usaha online: penjual hampers di marketplace bisa mencari kata "hampers lebaran" dua bulan sebelum Ramadan, lalu mencatat kapan pesaing mulai beriklan dan penawaran apa yang mereka pakai. Catatan tahun ini menjadi kalender promo tahun depan.

Kesalahan yang sering terjadi saat riset iklan kompetitor

Beberapa kesalahan berikut membuat riset iklan kompetitor kurang berguna. Ini daftarnya, beserta perbaikannya:

  • Menyalin iklan pesaing mentah-mentah. Iklan yang sama persis membuat pembeli sulit membedakan kalian, dan pesaing yang lebih dulu dikenal cenderung diuntungkan. Ambil polanya, lalu isi dengan keunggulan unik (USP) usahamu sendiri.
  • Hanya mencari dengan satu kata kunci. Pembeli dan penjual memakai kata yang berbeda. Coba sinonim dan bahasa sehari-hari, misalnya "es kopi", "kopi literan", dan "kopi kekinian".
  • Menganggap iklan dengan banyak versi pasti sukses. Banyak versi lebih mungkin berarti pengiklan masih menguji, bukan sudah menemukan pemenang. Justru ini kesempatan belajar cara pesaing melakukan A/B testing.
  • Mengecek sekali lalu berhenti. Satu kali cek hanya memberi satu potret. Nilai sebenarnya muncul saat kamu membandingkan catatan dua minggu sekali.
  • Lupa melihat halaman tujuan. Iklan hanyalah pintu. Klik tautannya dan catat apakah pembeli dibawa ke chat, katalog, atau toko marketplace.

Jujur saja, kesalahan paling mahal justru bukan salah satu di atas, melainkan menghabiskan waktu berjam-jam di Galeri Iklan tanpa pernah memasang iklan sendiri. Batasi riset awal sekitar satu jam, cukup untuk mengisi sepuluh baris lembar catatan, lalu mulai menyusun iklan versimu.

Meta Ads Library Report dan API: kapan kamu membutuhkannya?

Di menu atas Galeri Iklan, selain Konten Bermerek, ada dua alat lain: Laporan Galeri Iklan (Meta Ads Library Report) dan API Galeri Iklan. Untuk riset iklan produk UMKM, manfaat keduanya kecil.

Halaman Laporan Galeri Iklan Meta untuk Indonesia yang menampilkan jumlah total iklan dan total belanja iklan isu sosial, pemilu, atau politik sejak Agustus 2020
Tangkapan layar Laporan Galeri Iklan Meta (Meta Ads Library Report) untuk Indonesia, diambil 14 Oktober 2026. Tampilan dan merek milik pemiliknya.

Menurut Meta Business Help Centre, Laporan Galeri Iklan memberi gambaran gabungan iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik di satu negara untuk periode tertentu, dan bisa diunduh. Saat kami membuka laporan untuk Indonesia pada 14 Oktober 2026, laporan mencatat 567.854 iklan dengan total belanja Rp138.677.518.438 sejak Agustus 2020. Angka itu hanya mencakup iklan bertema sosial dan politik, jadi bukan gambaran pasar iklan secara umum.

API Galeri Iklan ditujukan untuk orang yang sedikit memahami pemrograman. Menurut halaman Meta Ad Library API, API ini melayani pencarian iklan isu sosial, pemilu, atau politik dari tujuh tahun terakhir dan iklan jenis apa pun yang tayang di Inggris atau Uni Eropa selama setahun terakhir. Untuk mencari semua iklan yang sedang tayang, halaman itu sendiri mengarahkan kamu ke Galeri Iklan biasa. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari pemilik usaha, pencarian manual di Galeri Iklan sudah cukup.

Dari catatan ke iklanmu sendiri

Lembar catatan yang terisi adalah bahan mentah. Ubah menjadi rencana dengan tiga langkah sederhana:

  1. Pilih satu pola untuk diuji. Misalnya, kalau banyak pesaing bertahan dengan penawaran paket, siapkan satu penawaran paket versimu. Lihat juga contoh iklan promosi produk dan strukturnya untuk merapikan teksnya.
  2. Buat dua versi materi. Bedakan satu unsur saja, misalnya kalimat pembuka, supaya kamu tahu apa yang membuat perbedaan. Kalau butuh bahan sudut konten, coba generator ide konten.
  3. Tentukan ukuran berhasil sebelum beriklan. Hitung berapa penjualan yang perlu kamu dapat dari anggaran tertentu dengan kalkulator ROAS, supaya keputusan menghentikan atau melanjutkan iklan berdasar angka, bukan perasaan.

Ingat, meniru pola pesaing tidak menjamin hasil yang sama. Produk, harga, ulasan, dan cara kamu membalas chat ikut menentukan. Galeri Iklan membantu kamu mulai dari tebakan yang lebih masuk akal, bukan dari nol.

Untuk materi iklan lain, mulai dari biaya sampai jenis kampanye, jelajahi kumpulan panduan di pilar iklan digital. Ada istilah yang masih membingungkan? Cek kamus Meta Ads atau tanyakan langsung lewat asisten tanya jawab Belajar Marketing.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah saya perlu akun Facebook untuk memakai Meta Ads Library?

Tidak. Menurut halaman Galeri Iklan Meta, siapa pun bisa menjelajahi galeri iklan dengan atau tanpa akun Facebook. Login baru diperlukan untuk melaporkan iklan, melihat konten dewasa, dan mengunduh hasil pencarian.

Bisakah saya melihat anggaran atau biaya iklan kompetitor?

Untuk iklan komersial biasa di Indonesia, tidak. Data belanja dan impresi berupa rentang hanya disediakan untuk iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik. Tanggal mulai tayang dan jumlah versi adalah petunjuk terdekat yang bisa kamu baca.

Kenapa iklan kompetitor yang pernah saya lihat tidak muncul?

Ada beberapa kemungkinan. Iklan baru masuk Galeri Iklan dalam waktu 24 jam sejak impresi pertamanya, iklan komersial yang sudah berhenti tidak lagi ditampilkan kecuali juga tayang di Uni Eropa atau Inggris, dan materi tertentu yang dibatasi usia tidak ditampilkan kepada orang yang belum login. Coba juga cari lewat nama halaman, bukan hanya kata kunci.

Apa arti label Iklan ini memiliki beberapa versi?

Label itu menandakan satu entri iklan punya lebih dari satu versi materi. Buka Lihat Detail Iklan untuk memeriksanya. Pengiklan yang menyiapkan banyak versi bisa jadi sedang menguji teks atau gambar, jadi entri seperti ini layak dicatat lebih teliti.

Apa itu Meta Ads Library Report?

Meta Ads Library Report atau Laporan Galeri Iklan adalah laporan yang bisa diunduh untuk iklan tentang isu sosial, pemilu, atau politik, berisi total belanja, belanja per pengiklan, dan belanja per lokasi. Untuk riset iklan produk UMKM, laporan ini jarang terpakai karena tidak mencakup iklan komersial biasa.

Bolehkah saya meniru iklan kompetitor yang saya temukan?

Pakai Galeri Iklan untuk membaca pola, bukan untuk menyalin. Ambil pelajarannya, misalnya jenis penawaran atau cara membuka video, lalu tulis ulang dengan bukti dan keunggulan usahamu sendiri. Iklan yang sama persis dengan pesaing juga membuat pembeli sulit membedakan kalian.

Seberapa sering saya perlu mengecek iklan pesaing?

Untuk usaha kecil, cek dua minggu sekali selama satu sampai dua bulan sudah cukup untuk melihat iklan mana yang bertahan dan mana yang cepat diganti. Setelah polanya terbaca, cek sebulan sekali atau setiap menjelang musim promo besar.

Sumber

  1. About the Meta Ad Library Meta Business Help Centre (facebook.com), diakses
  2. Galeri Iklan Meta (Meta Ad Library), halaman pencarian dan Pertanyaan Umum Meta (facebook.com), diakses
  3. Laporan Galeri Iklan Meta (Meta Ad Library Report), Indonesia Meta (facebook.com), diakses
  4. Meta Ad Library API Meta (facebook.com), diakses
  5. Digital 2026: Indonesia DataReportal (Kepios) (datareportal.com), diakses

Penanggung jawab artikel

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Draf disusun dengan bantuan AI lalu dicek ke sumbernya, sesuai Pedoman Redaksi. Diperbarui . Langkah dicek pada .