Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar
KarierTeoriDasar

Sertifikasi Digital Marketing: Jenis, Penyelenggara, dan Cara Memilihnya

Sertifikasi digital marketing ada tiga jenis: skema LSP berlisensi BNSP, sertifikasi Google dan Meta, serta kursus bersertifikat. Bandingkan ujian dan biayanya.

Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui Baca 13 menit
Perempuan berkacamata menggigit pensil sambil menatap laptop, dengan wadah pensil warna di meja
Foto: Jan Vašek / Wikimedia Commons (asal Pixabay), CC0 1.0

Belajar mandiri di depan laptop, cara paling umum menyiapkan ujian sertifikasi daring.

Jawaban singkat

Sertifikasi digital marketing adalah bukti tertulis bahwa kamu sudah lulus ujian atau asesmen keterampilan pemasaran digital dari lembaga tertentu. Jenisnya ada tiga: sertifikat kompetensi dari LSP berlisensi BNSP, sertifikasi platform seperti Google Ads dan Meta, serta sertifikat kursus seperti HubSpot Academy dan Digital Talent Scholarship. Pilih berdasarkan tujuanmu, lalu cek bentuk ujian, bahasa, biaya, dan masa berlakunya di halaman resmi penyelenggara.

Daftar isi

Sertifikasi digital marketing adalah bukti tertulis bahwa kamu lulus ujian atau asesmen keterampilan pemasaran digital dari sebuah lembaga. Di Indonesia, pilihannya terbagi tiga: sertifikat kompetensi dari LSP berlisensi BNSP, sertifikasi platform seperti Google Ads dan Meta, serta sertifikat kursus seperti HubSpot Academy dan Digital Talent Scholarship. Ketiganya berbeda bentuk ujian, bahasa, biaya, dan masa berlakunya.

Nama ujian, biaya, dan aturan sertifikasi bisa berubah sewaktu-waktu, jadi daftar lama di internet mudah ketinggalan. Karena itu, di artikel ini kami hanya memasukkan program yang halaman resminya kami buka sendiri pada 14 Oktober 2026, lengkap dengan tautannya.

Kamu akan belajar dulu teorinya (apa beda tiap jenis sertifikat), lalu praktiknya: cara mengecek LSP di situs BNSP, membaca syarat ujian Google dan Meta, dan memilih yang paling masuk akal untuk tujuanmu. Kalau kamu masih meraba apa saja isi pekerjaan di bidang ini, baca dulu pengertian pemasaran digital dan kanal-kanalnya.

Tiga jenis sertifikasi digital marketing dan bedanya

Kata "sertifikat" dalam pembahasan sertifikasi digital marketing dipakai untuk tiga hal yang sebenarnya berbeda. Membedakannya sejak awal akan menghemat waktu dan uangmu.

1. Sertifikat kompetensi (skema LSP berlisensi BNSP). BNSP menyebut dirinya lembaga independen yang dibentuk untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. Uji kompetensinya dijalankan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang memegang lisensi BNSP. Yang diuji adalah unit kompetensi dalam sebuah skema, misalnya skema Digital Marketing, oleh asesor.

2. Sertifikasi platform. Penerbitnya pemilik platform itu sendiri. Contohnya sertifikasi Google Ads lewat Skillshop dan Meta Certified Digital Marketing Associate dari Meta Blueprint. Yang diuji adalah pengetahuan tentang produk mereka: cara kerja kampanye, pengaturan iklan, dan pelaporan.

3. Sertifikat kursus. Kamu mendapatkannya setelah menyelesaikan materi dan kuis atau ujian akhir sebuah kursus. Contohnya HubSpot Academy, Google Digital Marketing & E-commerce Certificate di Coursera, dan pelatihan Digital Talent Scholarship milik Komdigi.

JenisSiapa penerbitnyaYang dibuktikanCocok untuk
Sertifikat kompetensiLSP berlisensi BNSPKompetensi kerja per unit dalam skemaLowongan atau instansi yang meminta sertifikat kompetensi
Sertifikasi platformGoogle, MetaPenguasaan produk iklan dan pengukurannyaOrang yang memegang akun iklan
Sertifikat kursusHubSpot, Coursera bersama Google, KomdigiKamu menyelesaikan materi dan lulus evaluasinyaPemula yang butuh fondasi terstruktur

Salah kaprah yang umum: menganggap semua sertifikat setara karena sama-sama bisa diunduh sebagai PDF. Padahal yang membedakan nilainya adalah siapa yang menguji dan apa yang diuji. Sertifikat kursus terutama membuktikan kamu menyelesaikan materi dan evaluasinya. Sertifikasi platform dan sertifikat kompetensi membuktikan kamu lulus ujian atau asesmen dengan standar yang ditetapkan penerbitnya.

Istilah peran di bidang ini juga sering tertukar. Kalau kamu belum yakin bedanya digital marketing specialist, SEO specialist, dan social media specialist, cek dulu di kamus, karena sertifikat yang relevan untuk tiap peran bisa berbeda.

Sertifikasi BNSP lewat LSP digital marketing

Ini jalur sertifikasi digital marketing yang diatur lembaga dalam negeri, dan biasanya dicari lewat kata kunci LSP digital marketing. Kamu tidak mendaftar ke BNSP langsung, melainkan ke LSP yang punya skema terkait.

Daftar LSP bisa kamu telusuri di halaman Lembaga Sertifikasi Profesi BNSP. Halaman itu mengelompokkan LSP menjadi Pihak Kesatu (dengan subkategori seperti SMK, politeknik, perguruan tinggi, dan LPK), Pihak Kedua (seperti BLK dan instansi teknis), dan Pihak Ketiga (asosiasi industri atau profesi). Tiap kartu LSP menampilkan nomor lisensi, jumlah TUK, jumlah skema, jumlah asesor, dan status lisensi.

Saat kami mengetik "digital marketing" di kolom pencarian itu, dua contoh yang kami buka detailnya:

  • LSP Abadi Karya Wiyasa Digital Kreatif di Sleman, LSP Pihak Ketiga dengan status lisensi aktif. Skemanya tiga: Pembuatan Konten (Content Creator) 9 unit, Digital Marketing 10 unit, dan Social Media Marketing 7 unit.
  • LSP BBPVP Bandung, yang memuat skema DIGITAL MARKETING dengan 7 unit, di antara lebih dari seratus skema lain.

Halaman detail LSP Abadi Karya Wiyasa Digital Kreatif di situs BNSP dengan sorotan pada nomor SK dan nomor lisensi, masa berlaku sertifikat dan status lisensi Aktif, serta skema Digital Marketing berisi 10 unit
Tangkapan layar halaman LSP di bnsp.go.id, diambil 14 Oktober 2026. Kotak 1 nomor SK dan nomor lisensi, kotak 2 kolom Masa Berlaku Sertifikat dan Status Lisensi, kotak 3 skema Digital Marketing dengan 10 unit. Nomor telepon dan email kami samarkan. Tampilan dan merek milik pemiliknya.

Perhatikan detail kecil tapi penting ini: dua skema sama-sama bernama Digital Marketing, tetapi jumlah unitnya berbeda (10 dan 7). Artinya isi ujiannya juga berbeda, dan detail ini mudah terlewat. Sebelum membayar, minta dokumen skema ke LSP-nya dan baca unit apa saja yang diujikan, misalnya apakah ada unit iklan berbayar atau hanya media sosial.

Hal lain yang perlu kamu tanyakan langsung ke LSP adalah biaya dan jadwal. Halaman detail LSP di situs BNSP yang kami buka tidak mencantumkan biaya uji, jadi angka yang beredar di media sosial atau grup belum tentu berlaku untuk LSP yang kamu pilih. Kamu berhak mendapat angkanya sebelum mendaftar: Pedoman BNSP 201 tentang persyaratan umum LSP mewajibkan LSP, saat pendaftaran, memberi gambaran proses sertifikasi yang paling sedikit mencakup persyaratan, penjelasan proses penilaian, hak pemohon, biaya sertifikasi, dan kewajiban pemegang sertifikat.

Sebagai gambaran, situs resmi LSP Abadi Karya Wiyasa Digital Kreatif (alamatnya tercantum di profil LSP itu di BNSP) menulis alur pendaftaran lima langkah, salah satunya "melakukan pembayaran uji kompetensi" sesuai skema yang dipilih, tanpa menyebut nominalnya. Syarat yang ditulisnya: pendidikan minimal SMA/SMK sederajat, lalu punya sertifikat pelatihan berbasis kompetensi atau pengalaman kerja minimal satu tahun secara berkelanjutan. Situs itu juga memuat angka manfaat sertifikasi, misalnya gaji 30% lebih tinggi, tanpa menyebut sumbernya. Perlakukan angka seperti itu sebagai materi promosi, bukan janji.

Soal masa berlaku dan bahasa, aturannya ada di Pedoman BNSP 302 tentang penerbitan sertifikat kompetensi (versi Oktober 2013, masih tercantum di halaman Pedoman dan Peraturan BNSP saat kami cek). Pedoman itu menyebut masa berlaku sertifikat kompetensi ditetapkan oleh masing-masing LSP dengan ketentuan maksimal 5 tahun dan survailen satu tahun sekali, dan sertifikat yang habis masa berlakunya bisa disertifikasi ulang. Sertifikatnya sendiri ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Bahasa yang dipakai saat uji tidak ditetapkan satu untuk semua: Pedoman BNSP 201 hanya mensyaratkan asesor fasih dalam bahasa yang digunakan untuk uji kompetensi. Jadi tanyakan ke LSP berapa tahun masa berlaku sertifikat skema yang kamu ambil dan apa saja kewajiban survailennya.

Satu hal yang mudah tertukar: kolom "Masa Berlaku Sertifikat" pada tangkapan layar di atas berada di blok profil LSP, satu blok dengan nomor SK lisensi dan status lisensi. Jangan langsung menganggap tanggal itu sebagai masa berlaku sertifikat yang nanti kamu terima.

Cek sebelum daftar: di halaman detail LSP, pastikan status lisensinya Aktif. Di daftar BNSP ada juga LSP berlabel "Masa Berlaku Habis". Pilih LSP yang lisensinya masih aktif saat kamu diuji, dan tanyakan langsung ke LSP-nya kalau statusnya meragukan.

Setelah lulus, sertifikat BNSP bisa dicek keasliannya oleh siapa pun. Caranya lewat Sistem Verifikasi Sertifikat Kompetensi Kerja Elektronik: masukkan nomor blangko atau nomor sertifikat, lalu sistem menampilkan detail dan status validitasnya. Halaman itu juga menyarankan menghubungi LSP penerbit kalau data belum ditemukan.

Halaman Sistem Verifikasi Sertifikat Kompetensi Kerja Elektronik BNSP dengan kolom isian nomor blangko atau nomor sertifikat yang disorot
Tangkapan layar halaman verifikasi sertifikat BNSP, diambil 14 Oktober 2026. Kotak 1 tempat memasukkan nomor blangko atau nomor sertifikat. Tampilan dan merek milik pemiliknya.

Menurut kami, verifikasi publik di situs BNSP ini nilai tambah jalur sertifikat kompetensi. Perekrut tidak hanya mengandalkan berkas PDF yang kamu kirim, karena mereka bisa mengeceknya sendiri.

Sertifikasi platform: Google Skillshop dan Meta Blueprint

Kalau pekerjaanmu banyak di akun iklan, sertifikasi dari pemilik platform paling dekat dengan pekerjaan harian. Dua yang kami bahas di sini adalah Google Ads dan Meta.

Sertifikasi Google Ads lewat Skillshop

Menurut pusat bantuan Google Ads tentang sertifikasi, kamu harus mendapat skor 80 persen ke atas dan punya waktu 75 menit untuk menyelesaikan penilaian. Kalau gagal, kamu bisa mengulang satu hari kemudian. Sertifikasinya berlaku satu tahun, dan untuk memperpanjang kamu harus lulus lagi penilaian di area produk yang sama. Kabar baiknya untuk pembaca di sini: bahasa Indonesia termasuk dalam 22 bahasa yang tersedia.

Soal biaya, FAQ Skillshop menyatakan Skillshop tersedia secara gratis, dan tidak ada batasan berapa kali kamu boleh mengikuti penilaian. Ada satu catatan: Google juga punya Sertifikasi Profesional Google Ads yang diawasi secara virtual. Menurut halaman sertifikasi profesional Skillshop, per pembaruan Januari 2024 sertifikasi ini hanya tersedia untuk audiens terbatas dan di masa mendatang akan dikenai biaya, sedangkan sertifikasi dasar tetap tanpa biaya.

Satu aturan dari Google yang jarang dibahas: kamu hanya boleh menyebut diri "tersertifikasi" selama sertifikasinya masih berlaku. Jadi kalau kamu mencantumkan sertifikat Google Ads di CV, tulis juga tanggal kedaluwarsanya. Istilah yang dipakai di ujiannya bisa kamu pelajari lebih dulu di kamus Google Ads dan ROAS.

Meta Certified Digital Marketing Associate

Meta menyebut ujian 100-101 ini ditujukan untuk marketer pemula, seperti pelajar, pencari kerja, dan orang yang ingin pindah karier. Berdasarkan halaman resmi ujiannya di Meta Blueprint (tautannya ada di bagian Sumber), ujiannya berisi 60 pertanyaan dengan durasi 90 menit, skor kelulusannya 700 dari 1.000, dan sertifikatnya berlaku 24 bulan. Porsi terbesar ujian (44 persen) ada di bagian membuat dan mengelola iklan.

Yang perlu kamu siapkan: ujian ini berbayar. FAQ biaya Meta menyebut biaya ujian Sertifikasi Meta berkisar antara 99 dan 150 dolar AS, dan biaya sebenarnya bisa berbeda tergantung negara. Kalau tidak lulus, kamu baru bisa mengulang setelah lima hari dan dikenai biaya penuh setiap kali ujian. Bahasa yang tersedia di halaman ujian saat kami cek adalah Cina Tradisional, Inggris, Prancis, Jerman, Korea, Portugis (Brasil), dan Spanyol (LATAM), tanpa bahasa Indonesia.

Saran kami: pakai dulu ujian latihan 30 pertanyaan yang disediakan Meta. Karena setiap percobaan dibayar penuh, gagal sekali sama dengan membayar dua kali. Pelajari juga dasar Meta Ads dan cara kerjanya di panduan Meta Ads untuk pemula sebelum mendaftar.

Kursus digital marketing bersertifikat, gratis dan berbayar

Kalau kamu benar-benar mulai dari nol, kursus bersertifikat biasanya titik awal yang lebih ramah daripada langsung ujian. Ada tiga yang halamannya kami cek.

HubSpot Academy. Halaman kursusnya menyebut pembuatan akun HubSpot Academy 100 persen gratis. Salah satu sertifikasinya, Inbound Marketing Certification, berisi 9 pelajaran, 24 video, dan 7 kuis dengan total durasi 4 jam 53 menit. Menurut FAQ sertifikasi HubSpot, sertifikasi untuk produk dan software HubSpot berlaku satu tahun, sedangkan sertifikasi lain berlaku dua tahun. Ujiannya diberi waktu tiga jam, dan kalau gagal kamu bisa mengulang setelah 12 jam. Bahasa Indonesia tidak tercantum di daftar bahasa kursus itu. Materi inbound ini juga cocok untuk memahami istilah inbound marketing secara utuh.

Digital Talent Scholarship (DTS) dari Komdigi. Untuk kamu yang mencari pelatihan digital marketing gratis, ini pilihan resmi dari pemerintah. FAQ DTS menyatakan seluruh proses seleksi programnya tidak dipungut biaya. Ada juga jalur Micro Skill yang bisa dipelajari mandiri lewat video. Saat kami cek beranda DTS, salah satu Micro Skill yang tampil berjudul "Strategi Pemasaran UMKM Digital melalui Link Bio & Hashtag". Soal nilainya, FAQ yang sama menulis sertifikat DTS bisa digunakan untuk melamar pekerjaan sebagai pendukung portofolio peserta. Kata yang dipakai FAQ itu tepat: pendukung, bukan penentu.

Google Digital Marketing & E-commerce Certificate. Program inilah yang relevan kalau kamu mencari "google digital marketing course". Halaman resmi Grow with Google menyebut program ini tidak mensyaratkan pengalaman dan bisa diselesaikan sekitar 6 bulan dengan 10 jam belajar per minggu. Kursusnya berjalan di Coursera, diajarkan dalam bahasa Inggris dengan terjemahan otomatis yang mencakup bahasa Indonesia. Soal biaya, FAQ di halaman Grow with Google menyebut biaya langganan di Amerika Serikat dan Kanada 49 dolar AS per bulan setelah masa uji coba gratis 7 hari, dan di negara lain biayanya bisa lebih rendah. Harga dalam mata uang lokal dilihat di opsi pendaftaran Coursera. Halaman Coursera yang kami buka sendiri tidak menuliskan angka harga, tetapi menampilkan opsi berlangganan dan keterangan bahwa bantuan keuangan tersedia.

Contoh betapa pentingnya membaca halaman resmi sampai habis: pada 14 Oktober 2026, halaman Google menyebut program ini "7 course series", sedangkan halaman Coursera menyebut 8 seri kursus. Keduanya benar. Di bagian FAQ-nya, Grow with Google menjelaskan bahwa semua Google Career Certificates kini menyertakan kursus tambahan opsional berjudul Accelerate Your Job Search with AI, dan Coursera mencantumkannya sebagai kursus ke-8 (6 jam) setelah tujuh kursus inti. Jadi isi pokoknya tujuh kursus, ditambah satu kursus opsional soal mencari kerja dengan bantuan AI.

Kalau kamu mencari "digital marketing course free", perlu dibedakan antara materi gratis dan sertifikat gratis. Halaman Coursera memang menampilkan tombol "Mendaftar gratis", tetapi juga menawarkan akses lewat berlangganan dan bantuan keuangan, jadi baca rincian biayanya sebelum menganggapnya gratis. Sebaliknya, HubSpot Academy menyebut pembuatan akunnya 100 persen gratis, dan Skillshop menyebut layanannya gratis, termasuk sertifikasi dasar Google Ads.

Perbandingan program sertifikasi digital marketing

Tabel ini merangkum hal yang bisa kamu cek sendiri di halaman dan dokumen resmi. Kolom biaya hanya berisi angka bila penyelenggara mencantumkannya.

ProgramPenyelenggaraBentuk evaluasiBahasa IndonesiaBiaya resmiMasa berlaku
Skema Digital Marketing (contoh dua LSP)LSP berlisensi BNSPUji kompetensi oleh asesor, per unit skemaSertifikat ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris; bahasa uji mengikuti LSPBerbayar; nominal tidak tercantum di halaman BNSP, wajib dijelaskan LSP saat pendaftaranDitetapkan LSP, maksimal 5 tahun dengan survailen tahunan
Sertifikasi Google AdsGoogle lewat SkillshopPenilaian daring 75 menit, lulus minimal 80%Ya, salah satu dari 22 bahasaGratis (sertifikasi dasar)1 tahun
Meta Certified Digital Marketing AssociateMeta Blueprint60 soal, 90 menit, lulus 700 dari 1.000Tidak tercantum99 sampai 150 dolar AS, beda per negara24 bulan
Inbound Marketing CertificationHubSpot AcademyKursus 4 jam 53 menit, ujian maksimal 3 jamTidak tercantumAkun gratis2 tahun (sertifikasi non-produk)
Digital Talent ScholarshipKomdigiPelatihan dan Micro Skill, sertifikat setelah lulusYaSeleksi tidak dipungut biayaTidak disebut
Google Digital Marketing & E-commerce CertificateGoogle di Coursera7 kursus inti plus 1 kursus opsional, sekitar 6 bulanTerjemahan otomatisLangganan 49 dolar AS per bulan di AS dan Kanada, bisa lebih rendah di negara lain; ada bantuan keuanganTidak disebut

Semua data di tabel diambil dari halaman dan dokumen resmi pada 14 Oktober 2026. Untuk baris LSP, aturan masa berlaku, bahasa sertifikat, dan kewajiban menjelaskan biaya berasal dari Pedoman BNSP 302 dan 201, sedangkan angka pastinya tetap dari LSP yang kamu pilih. Biaya dan aturan ujian bisa berubah, jadi cek ulang tepat sebelum kamu mendaftar.

Cara memilih sertifikasi yang sesuai tujuanmu

Saat memilih sertifikasi digital marketing, pertanyaan pertamanya bukan "sertifikat apa yang paling bagus", tetapi "sertifikat ini mau dipakai untuk apa". Kami membaginya jadi tiga tujuan.

Diagram tiga jalur memilih sertifikasi: melamar kerja ke skema LSP berlisensi BNSP, mengelola iklan ke sertifikasi platform, baru mulai ke kursus bersertifikat
Tiga tujuan yang paling sering, dan jenis sertifikasi yang cocok untuk masing-masing. Ini saran editorial, bukan aturan resmi.

  1. Melamar kerja yang meminta sertifikat kompetensi. Kalau lowongan atau instansi menyebut sertifikat BNSP, jawabannya jelas: skema dari LSP berlisensi aktif. Baca unit skemanya dulu, karena isi skema dengan nama sama bisa berbeda.
  2. Mengelola iklan untuk usaha sendiri atau klien. Sertifikasi platform paling dekat dengan pekerjaanmu. Sertifikasi Google Ads gratis dan tersedia dalam bahasa Indonesia, jadi masuk akal sebagai langkah pertama. Ujian Meta berbayar, jadi ambil setelah kamu cukup lama memegang Pengelola Iklan.
  3. Baru mulai dan butuh dasar yang menyeluruh. Mulai dari kursus bersertifikat yang gratis atau murah, misalnya HubSpot Academy atau DTS, lalu naik ke sertifikasi platform setelah paham dasar.

Lalu periksa lima hal ini di halaman resmi sebelum mendaftar:

  1. Siapa penerbitnya dan apakah lisensinya masih berlaku (untuk LSP, cek status di situs BNSP).
  2. Bentuk ujian: berapa soal, berapa menit, nilai lulus, dan apakah diawasi.
  3. Bahasa: apakah tersedia bahasa Indonesia atau kamu siap ujian dalam bahasa Inggris.
  4. Biaya per percobaan, termasuk biaya mengulang.
  5. Masa berlaku dan cara memperpanjangnya.

Contoh ilustrasi: Dimas adalah admin sebuah toko camilan daring yang punya website sendiri, dan mulai diminta pemiliknya memegang iklan. Ia tidak sedang melamar kerja, jadi sertifikat BNSP belum mendesak. Ia mulai dari sertifikasi Google Ads karena gratis dan berbahasa Indonesia, sambil mencatat hasil iklan tokonya sendiri. Setahun kemudian, saat ingin pindah ke agensi, ia sudah punya sertifikat plus catatan hasil kerja nyata. Ini contoh ilustrasi, bukan kisah nyata.

Sertifikat saja tidak cukup: siapkan bukti kerja

Di sini kami perlu jujur soal sertifikasi digital marketing. Beberapa halaman program memakai bahasa promosi soal karier, tetapi tidak satu pun halaman resmi yang kami kutip menjamin pemegang sertifikat pasti diterima kerja atau mendapat gaji tertentu. Bahkan DTS menyebut sertifikatnya sebagai pendukung portofolio, dan Google hanya mengizinkanmu menyebut diri tersertifikasi selama masa berlakunya. Jadi perlakukan sertifikat sebagai tiket masuk percakapan, bukan jaminan hasil.

Yang menurut kami lebih meyakinkan perekrut atau klien adalah sertifikat yang dipasangkan dengan bukti kerja. Contohnya:

  • Laporan singkat kampanye yang pernah kamu jalankan, dengan angka yang bisa kamu jelaskan. Kalau belum punya data sendiri, latihlah cara membaca hasil iklan dengan kalkulator ROAS.
  • Contoh konten atau rencana konten untuk usaha nyata, misalnya warung tetangga atau toko online teman.
  • Audit sederhana sebuah website memakai prinsip dasar SEO.

Bukti kerja itu juga bagian dari personal branding kamu di dunia kerja. Satu sertifikat yang dipakai untuk menjelaskan proyek nyata jauh lebih berbicara daripada sepuluh sertifikat yang hanya berderet di profil.

Urutan yang kami sarankan: pahami dulu konsep dasar apa itu marketing, ambil satu sertifikat yang paling dekat dengan pekerjaan yang kamu incar, kerjakan satu proyek kecil, lalu baru tambah sertifikat berikutnya. Untuk melihat peran-peran lain di bidang ini, jelajahi pilar karier digital marketing.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah sertifikasi digital marketing wajib untuk bekerja di bidang pemasaran digital?

Tidak ada aturan umum yang mewajibkannya. Yang menentukan adalah syarat di lowongan atau instansi yang kamu tuju. Kalau lowongannya meminta sertifikat kompetensi BNSP, berarti kamu perlu skema dari LSP berlisensi. Kalau tidak disebut, sertifikat menjadi nilai tambah, dan portofolio hasil kerja membantumu menjelaskan kemampuan saat wawancara.

Sertifikasi digital marketing mana yang gratis?

Saat kami cek pada 14 Oktober 2026, Skillshop menyatakan layanannya gratis dan sertifikasi dasar Google Ads tetap tanpa biaya, akun HubSpot Academy disebut gratis, dan seleksi Digital Talent Scholarship disebut tidak dipungut biaya. Ujian Meta Certified Digital Marketing Associate berbayar, dengan kisaran resmi 99 sampai 150 dolar AS tergantung negara.

Apa itu LSP digital marketing?

LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) adalah lembaga yang menjalankan uji kompetensi dengan lisensi dari BNSP. LSP digital marketing adalah LSP yang punya skema bernama Digital Marketing atau sejenisnya. Daftar LSP, skema, jumlah asesor, dan status lisensinya bisa kamu cek di bnsp.go.id/lsp.

Berapa lama sertifikat Google Ads, Meta, dan BNSP berlaku?

Menurut pusat bantuan Google Ads, sertifikasi Google Ads berlaku satu tahun dan diperpanjang dengan lulus ulang penilaiannya. Menurut halaman ujian Meta, sertifikasi Digital Marketing Associate berlaku 24 bulan sejak kamu mendapatkannya. Untuk sertifikat kompetensi BNSP, Pedoman BNSP 302 menyerahkan masa berlakunya ke tiap LSP dengan batas maksimal 5 tahun, jadi tanyakan angka pastinya ke LSP penerbit.

Bagaimana cara mengecek keaslian sertifikat BNSP?

Buka halaman Sistem Verifikasi Sertifikat Kompetensi Kerja Elektronik di bnsp.go.id/check-certification, lalu masukkan nomor blangko atau nomor sertifikat. Sistem menampilkan detail sertifikat dan status validitasnya. Kalau belum ditemukan, BNSP menyarankan menghubungi LSP penerbit.

Apakah ada ujian sertifikasi Google dalam bahasa Indonesia?

Ada. Pusat bantuan Google Ads mencantumkan bahasa Indonesia di antara 22 bahasa sertifikasi Google Ads. Untuk ujian Meta Digital Marketing Associate, bahasa Indonesia tidak ada di daftar bahasa pada halaman ujiannya saat kami cek.

Sumber

  1. Tentang sertifikasi Google Ads Bantuan Google Ads (support.google.com), diakses
  2. FAQ terkait Skillshop Google Ads/GMP/GA Bantuan Skillshop (support.google.com), diakses
  3. Sertifikasi profesional untuk Google Ads/GMP/GA di Skillshop Bantuan Skillshop (support.google.com), diakses
  4. Sertifikasi Meta: Ujian Sertifikasi Profesional dari Meta Meta Blueprint (facebook.com), diakses
  5. 100-101: Ujian Meta Certified Digital Marketing Associate Meta Blueprint (facebook.com), diakses
  6. Berapa biaya ujian? Meta Blueprint (facebook.com), diakses
  7. Bagaimana jika saya tidak lulus ujian? Meta Blueprint (facebook.com), diakses
  8. HubSpot Certifications Help & Support HubSpot Academy (academy.hubspot.com), diakses
  9. Inbound Marketing Certification HubSpot Academy (academy.hubspot.com), diakses
  10. Google Digital Marketing & E-commerce Certificate Grow with Google (grow.google), diakses
  11. Google Digital Marketing & E-commerce Professional Certificate Coursera (coursera.org), diakses
  12. Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  13. LSP Abadi Karya Wiyasa Digital Kreatif Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  14. LSP BBPVP Bandung Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  15. Pedoman BNSP 201: Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi (Peraturan BNSP Nomor 1/BNSP/III/2014) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  16. Pedoman BNSP 302: Pedoman Penerbitan Sertifikat Kompetensi (Peraturan BNSP Nomor 03/BNSP.302/X/2013) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  17. Informasi Publik: Pedoman dan Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  18. LSP AKW Digital Kreatif LSP Abadi Karya Wiyasa Digital Kreatif (lspakwdigitalkreatif.com), diakses
  19. Sistem Verifikasi Sertifikat Kompetensi Kerja Elektronik Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  20. Badan Nasional Sertifikasi Profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (bnsp.go.id), diakses
  21. Digital Talent Scholarship Badan Pengembangan SDM Komdigi (digitalent.komdigi.go.id), diakses
  22. Frequently Asked Questions Digital Talent Scholarship Badan Pengembangan SDM Komdigi (digitalent.komdigi.go.id), diakses

Penanggung jawab artikel

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Draf disusun dengan bantuan AI lalu dicek ke sumbernya, sesuai Pedoman Redaksi. Diperbarui .