Marketing Adalah: Pengertian Pemasaran, Konsep Inti, dan Contohnya
Marketing adalah kegiatan menciptakan dan menukarkan nilai dengan pembeli. Pelajari pengertian pemasaran menurut para ahli, konsep intinya, dan contoh UMKM.

Papan menu berharga, barista yang melayani, dan pembeli yang menunggu: satu kafe sudah memperlihatkan pertukaran nilai antara usaha dan pelanggan, inti dari pengertian marketing.
Marketing adalah seluruh kegiatan untuk memahami kebutuhan pembeli, lalu menciptakan, mengomunikasikan, mengantarkan, dan menukarkan penawaran yang bernilai bagi mereka. Dalam bahasa Indonesia marketing disebut pemasaran, dan cakupannya jauh lebih luas dari jualan atau iklan. Supaya mudah dipakai, pengertian ini bisa dipecah menjadi enam konsep yang saling terhubung: kebutuhan, target pasar, nilai, bauran 4P, pertukaran, dan hubungan dengan pelanggan.
Pengungkapan: artikel ini menautkan Creativism, usaha yang satu keluarga dengan Belajar Marketing. Tautannya bukan iklan berbayar, tetapi tetap produk kami sendiri. Baca hubungan kami.
Daftar isi
Marketing adalah seluruh kegiatan untuk memahami apa yang dibutuhkan pembeli, lalu menciptakan, mengomunikasikan, mengantarkan, dan menukarkan penawaran yang bernilai bagi mereka. Dalam bahasa Indonesia, marketing disebut pemasaran. Jadi kalau kamu mencari arti "pemasaran adalah", jawabannya sama: pemasaran mencakup riset, produk, harga, saluran penjualan, promosi, sampai menjaga pelanggan supaya kembali, bukan hanya jualan atau pasang iklan.
Di bawah ini kamu akan membaca pengertian marketing dari sumber yang bisa kamu cek sendiri, enam konsep inti yang membentuk pekerjaan pemasaran, perkembangan cara pandangnya, dan contoh penerapannya di usaha kecil. Setiap konsep diberi tautan ke materi pendalaman, jadi halaman ini bisa kamu pakai sebagai titik awal belajar.
Pengertian marketing menurut para ahli dan kamus
Salah satu definisi yang banyak dirujuk, termasuk oleh buku teks OpenStax di bawah, datang dari American Marketing Association (AMA), asosiasi yang anggotanya adalah praktisi, pengajar, dan peneliti pemasaran. AMA mendefinisikan marketing sebagai kegiatan, kumpulan lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, mengantarkan, dan menukarkan penawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas. AMA juga menulis bahwa definisi-definisinya ditinjau ulang secara berkala oleh panel lima akademisi yang aktif meneliti.
Definisi itu panjang. Buku teks terbuka OpenStax Principles of Marketing sendiri menyebutnya "a mouthful", lalu menawarkan dua versi yang lebih sederhana. Pertama, marketing adalah setiap proses yang terlibat dalam memindahkan produk atau jasa dari organisasi ke konsumen. Kedua, marketing adalah rangkaian kegiatan untuk mengenali dan mengantisipasi kebutuhan pelanggan, lalu berusaha memenuhinya secara menguntungkan. Versi kedua ini, menurut daftar rujukan bab 1 OpenStax, diambil dari ringkasan The Chartered Institute of Marketing (CIM), lembaga profesi pemasaran di Inggris. CIM sendiri, dalam artikel What is marketing?, merumuskan marketing sebagai proses manajemen yang bertanggung jawab mengenali, mengantisipasi, dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara menguntungkan. Di artikel yang sama CIM menegaskan bahwa marketing bukan sekadar iklan atau jualan.
Philip Kotler, penulis buku teks Marketing Management, punya rumusan yang mirip. Dalam tanya jawab "Dr. Philip Kotler Answers Your Questions on Marketing" di situs Kotler Marketing Group (tautan ini salinan arsip, karena halaman aslinya sudah tidak tersedia), ia mendefinisikan marketing sebagai ilmu dan seni menggali, menciptakan, dan menghantarkan nilai untuk memenuhi kebutuhan pasar sasaran dengan mendapatkan laba. Menurut Kotler di halaman yang sama, marketing mengenali kebutuhan yang belum terpenuhi, mengukur besar pasar dan potensi labanya, memilih segmen yang paling sanggup dilayani, lalu merancang dan mempromosikan produk yang sesuai.
Dari sisi bahasa, KBBI daring memberi dua arti untuk pemasaran. Arti pertamanya "proses, cara, perbuatan memasarkan suatu barang dagangan", arti keduanya "perihal menyebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat". Arti kamus ini benar, tetapi sempit untuk urusan usaha, karena berhenti di tindakan menjual dan menyebarkan. Sementara itu, HubSpot mendefinisikan marketing sebagai tindakan perusahaan untuk menarik audiens ke produk atau jasanya lewat pesan yang berkualitas, dan menegaskan bahwa marketing hadir di semua tahap usaha, dari awal sampai akhir.
| Sumber | Inti pengertian pemasaran | Yang paling ditekankan |
|---|---|---|
| AMA | Kegiatan, lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, mengantarkan, dan menukarkan penawaran bernilai | Nilai bagi banyak pihak, termasuk masyarakat |
| CIM | Proses manajemen untuk mengenali, mengantisipasi, dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara menguntungkan | Kebutuhan pelanggan dan laba |
| Philip Kotler | Ilmu dan seni menggali, menciptakan, dan menghantarkan nilai untuk memenuhi kebutuhan pasar sasaran dengan mendapatkan laba | Nilai, pasar sasaran, dan laba |
| HubSpot | Tindakan menarik audiens ke produk atau jasa lewat pesan yang berkualitas | Pesan dan komunikasi |
| KBBI | Proses, cara, perbuatan memasarkan barang dagangan | Tindakan menjual |
Kamu mungkin juga sering melihat nama William J. Stanton atau Fandy Tjiptono di artikel lain tentang pengertian pemasaran menurut para ahli. Kami sengaja tidak menyalin kutipan mereka di sini, karena kami tidak menemukan sumber asli yang bisa kamu buka tanpa membeli bukunya. Kalau kamu butuh kutipan itu untuk tugas, ambil langsung dari edisi buku yang kamu pegang, lengkap dengan nomor halamannya.
Lalu definisi mana yang perlu dihafal? Menurut kami, tidak ada yang wajib dihafal. Untuk tulisan akademik, kutip AMA karena itu sumber primer. Untuk menjalankan usaha, pegang versi CIM: kenali kebutuhan, penuhi, dan pastikan hasilnya tetap untung. Kata "menguntungkan" sering hilang dari obrolan soal marketing, padahal tanpa itu kegiatan pemasaran hanya jadi pengeluaran.
Marketing bukan hanya jualan dan iklan
Bagian pertama buku OpenStax dibuka dengan pengamatan sederhana: kalau sekelompok orang ditanya apa itu marketing, kebanyakan akan menjawab "iklan" atau "jualan". Keduanya memang bagian dari marketing, tetapi hanya sebagian. HubSpot memakai perumpamaan yang mudah diingat: kalau marketing adalah roda, iklan hanyalah satu jari-jari roda itu.
Bedanya paling mudah dilihat dari pertanyaan yang dijawab tiap kegiatan. Contoh di kolom kanan adalah contoh ilustrasi untuk sebuah warung kopi, bukan data usaha nyata.
| Kegiatan | Pertanyaan yang dijawab | Contoh ilustrasi di warung kopi |
|---|---|---|
| Marketing (pemasaran) | Siapa pembelinya, apa yang mereka butuhkan, dan penawaran apa yang layak dibuat? | Memutuskan menjual kopi susu literan untuk pekerja kantor di sekitar warung |
| Penjualan (sales) | Bagaimana menutup transaksi dengan calon pembeli yang sudah tertarik? | Admin chat membalas pesanan dan menawarkan ukuran yang lebih besar |
| Iklan (advertising) | Bagaimana pesan penawaran sampai ke orang yang tepat? | Memasang iklan berbayar yang hanya tampil untuk orang di sekitar warung |
Perbedaan ini punya akibat praktis. Kalau produkmu tidak cocok dengan kebutuhan pembeli, menambah anggaran iklan hanya mempercepat orang menemukan bahwa produkmu tidak cocok. Jadi sebelum bertanya "iklan di mana yang paling murah?", tanyakan dulu "siapa yang paling butuh produk ini, dan kenapa?"
AMA juga membedakan dua arah komunikasi. Pada inbound, pelanggan yang menghubungi pemasar lebih dulu setelah tertarik oleh email, acara, konten, atau desain web. Pada outbound, pemasar yang menghubungi pelanggan lebih dulu, misalnya lewat TV, radio, dan iklan display digital. Penjelasan singkatnya ada di kamus inbound marketing.
Catatan: Sebutan "anak marketing" dalam obrolan sehari-hari kadang hanya dipakai untuk orang yang bertugas menjual atau membuat konten. Itu tidak salah, tetapi hanya menggambarkan satu bagian kecil. Keputusan soal produk, harga, dan tempat berjualan juga keputusan marketing, walaupun biasanya diambil pemilik usaha.
Konsep inti pemasaran: enam simpul yang saling terhubung
Kutipan definisi saja belum cukup untuk mengambil keputusan. Supaya definisi itu bisa dipakai, pecah menjadi enam konsep di bawah ini. Urutannya mengikuti logika kerja: mulai dari kebutuhan pembeli, berakhir di hubungan yang membawa kamu kembali ke awal.

1. Kebutuhan pembeli
Definisi versi CIM di atas berawal dari kebutuhan pelanggan. Masalahnya, pembeli tidak selalu mengucapkan kebutuhannya dengan jelas. OpenStax membagi kebutuhan pelanggan menjadi lima jenis: kebutuhan yang dinyatakan, kebutuhan sebenarnya, kebutuhan yang tidak diucapkan, kebutuhan yang membuat senang, dan kebutuhan rahasia.
Sebagai contoh ilustrasi, seorang pembeli di marketplace menulis "cari keripik pedas" (dinyatakan). Kebutuhan sebenarnya bisa berupa level pedas yang jelas dan kemasan yang tidak remuk di jalan. Ia juga berharap paketnya cepat sampai walau tidak menulisnya (tidak diucapkan). Bonus sambal sachet bisa membuatnya senang. Bisa jadi ia diam-diam ingin camilan yang enak difoto untuk dibagikan (rahasia). Kesimpulan OpenStax tegas: menjawab kebutuhan yang dinyatakan saja belum tentu memuaskan pelanggan. Cara merangkum semua ini dalam satu profil pembeli dijelaskan di kamus buyer persona.
2. Target pasar
Kamu tidak bisa melayani semua orang dengan penawaran yang sama. Karena itu pemasar mengelompokkan calon pembeli yang punya ciri serupa, memilih kelompok yang paling cocok, lalu menentukan posisi produknya di benak kelompok itu. Tiga langkah ini dikenal sebagai STP (segmentation, targeting, positioning). Istilah yang berkaitan bisa kamu baca di kamus segmentasi pasar dan target pasar. Kalau ingin melihat contoh membagi pasar berdasarkan usia, penghasilan, atau pekerjaan, Creativism menulis ulasan tentang segmentasi demografis.
3. Nilai
Nilai adalah simpul yang paling sering disalahpahami. OpenStax mendefinisikan nilai pelanggan sebagai perbandingan antara manfaat yang dirasakan pembeli dan biaya yang ia keluarkan, dengan rumus sederhana nilai sama dengan manfaat dibagi harga. Nilai itu sendiri punya empat sisi: fungsional (apa yang dilakukan produk), moneter (harga dibanding manfaat), sosial (seberapa produk membantu terhubung dengan orang lain), dan psikologis (seberapa produk membuat pembeli merasa lebih baik).
Yang jarang dibahas: menurut OpenStax, pelangganlah yang akhirnya menentukan seberapa besar nilai sebuah produk, bukan penjualnya. Artinya, menulis "kualitas premium" di deskripsi produk tidak otomatis menaikkan nilai. Rumuskan janji manfaatmu dalam satu kalimat, yang disebut value proposition, lalu uji apakah pembeli setuju.
4. Bauran pemasaran 4P
Setelah tahu siapa pembelinya dan nilai apa yang dijanjikan, kamu menyusun keputusan konkret. OpenStax menyebut bauran pemasaran sebagai taktik yang bisa dipakai usaha untuk mempromosikan produknya, yang dikenal sebagai 4P: produk, harga, tempat, dan promosi. HubSpot mencatat bahwa E. Jerome McCarthy memperkenalkan 4P pada tahun 1960-an. Pembahasan lengkap, termasuk perluasannya menjadi 7P untuk usaha jasa, ada di artikel marketing mix.
5. Pertukaran
OpenStax menyebut marketing memfasilitasi proses pertukaran, yaitu memperoleh produk atau jasa yang diinginkan dengan memberikan sesuatu yang bernilai sebagai gantinya. Biaya yang dibayar pembeli tidak selalu uang. OpenStax mencontohkan waktu yang harus dihabiskan untuk pergi ke toko sebagai bagian dari biaya. Dengan logika yang sama, ongkos kirim, antrean, dan formulir pemesanan yang berbelit ikut menambah biaya di mata pembeli, sehingga bisa membuatnya batal walau harganya cocok.
OpenStax juga membedakan pelanggan (yang membeli) dan konsumen (yang memakai). Contoh dekatnya: orang tua yang membelikan susu untuk anak adalah pelanggan, sedangkan anaknya adalah konsumen. Pesan pemasaranmu harus meyakinkan orang yang membayar, sambil tetap memuaskan orang yang memakai.
6. Hubungan dengan pelanggan
Simpul terakhir sering terlupa karena terjadi setelah uang diterima. OpenStax menulis bahwa mendapatkan pelanggan baru termasuk bagian marketing yang paling sulit dan paling mahal, sedangkan pelanggan yang puas lebih mungkin membeli lagi dan merekomendasikan produk ke orang lain. Konsep menjaga pelanggan ini dibahas di kamus customer retention dan CRM. Dari pelanggan lama pula kamu mendapat petunjuk kebutuhan berikutnya, sehingga siklusnya kembali ke simpul pertama.
Aturan praktis: Kalau penjualan macet, cari simpul yang paling lemah sebelum menambah anggaran promosi. Sering kali masalahnya ada di simpul 2 (pembelinya salah) atau simpul 3 (nilainya belum terasa), bukan di simpul 4.
Perkembangan konsep pemasaran: dari "buat dulu" ke "dengar dulu"
Cara pandang tentang marketing tidak selalu seperti sekarang. OpenStax menguraikan lima konsep yang pernah dominan, berdasarkan sejarah pemasaran di Amerika Serikat.

Konsep produksi bertahan dari sesudah Perang Saudara Amerika sampai 1920-an. Asumsinya, pembeli terutama peduli pada ketersediaan dan harga barang, jadi perusahaan fokus memproduksi sebanyak mungkin dengan biaya rendah. Dari 1920-an sampai 1950-an, konsep produk mendominasi: perusahaan berlomba membuat produk paling bermutu. Risikonya, pemasar jatuh cinta pada produknya sendiri. Theodore Levitt menyebut gejala ini marketing myopia, dengan contoh perusahaan kereta api yang menganggap dirinya berbisnis kereta, bukan berbisnis transportasi, sehingga pelanggannya diambil mobil, truk, dan pesawat.
Pada 1950-an, produksi massal sudah lumrah dan persaingan makin ketat, sehingga muncul konsep penjualan: tugas perusahaan adalah membujuk orang membeli apa yang sudah dibuat. Konsep pemasaran membalik urutannya: pahami kebutuhan pelanggan dulu, baru buat produknya. Konsep terakhir, pemasaran sosial, menambahkan pertimbangan kepentingan jangka panjang masyarakat dan dampak lingkungan dari keputusan pemasaran.
Ini yang menurut kami penting untuk usaha kecil. Kelima konsep itu bukan sekadar sejarah, karena semuanya masih bisa kamu temukan hari ini. Usaha yang memulai dengan "saya punya stok, bagaimana cara menghabiskannya?" sedang berpikir dengan konsep penjualan. Tidak selalu salah, misalnya saat menghabiskan stok musiman. Masalahnya muncul kalau semua keputusan dibuat dengan cara itu, karena kamu akan terus mendorong produk ke pembeli yang tidak memintanya.
Contoh marketing pada usaha kecil
Supaya enam konsep tadi terasa nyata, mari pakai satu usaha. Tabel di bawah adalah contoh ilustrasi: usahanya dikarang untuk latihan, bukan data usaha nyata.
Contoh ilustrasi: katering nasi kotak rumahan yang menerima pesanan lewat chat
| Konsep | Keputusan marketing | Pertanyaan pemeriksa |
|---|---|---|
| Kebutuhan | Panitia acara kantor butuh konsumsi yang datang tepat waktu dan porsinya seragam | Apa keluhan terbesar pemesan katering sebelumnya? |
| Target pasar | Admin kantor dan panitia acara di satu kecamatan | Siapa yang memutuskan pesanan, dan siapa yang makan? |
| Nilai | Menu bisa dipilih sehari sebelumnya, nota rapi untuk laporan kantor | Manfaat apa yang membuat mereka tidak pindah ke katering lain? |
| Bauran 4P | Tiga paket menu, harga per kotak, antar ke kantor, promosi lewat katalog chat dan Google Maps | Apakah keempat keputusan ini cocok satu sama lain? |
| Pertukaran | Pembayaran transfer, konfirmasi menu tertulis, jadwal antar pasti | Di langkah mana pemesan paling sering ragu? |
| Hubungan | Simpan daftar acara rutin pelanggan, kirim pengingat sebelum acara berikutnya | Berapa pelanggan yang memesan lebih dari sekali? |
Perhatikan bahwa promosi hanya muncul di satu baris. Sisanya adalah keputusan yang dibuat sebelum dan sesudah promosi berjalan. Kalau kamu bingung mengisi baris promosi, generator ide konten bisa membantu mencari bahan posting untuk niche usahamu.
Banyak langkah di tabel ini sekarang bisa berlangsung lewat internet. DataReportal mencatat 230 juta pengguna internet di Indonesia pada Oktober 2025, dan 180 juta identitas pengguna media sosial pada bulan yang sama. Perlu dicatat, DataReportal sendiri mengingatkan bahwa angka identitas media sosial belum tentu sama dengan jumlah orang yang berbeda. Cara menerapkan konsep pemasaran di saluran daring dibahas di artikel pemasaran digital, sedangkan cara mengukur perjalanan pembeli dari kenal sampai membeli ada di artikel funnel marketing.
Fungsi dan manfaat marketing bagi usaha dan pembeli
Marketing sering dianggap hanya menguntungkan penjual. OpenStax menunjukkan sebaliknya: marketing menciptakan kegunaan bagi pembeli, yang disebut utility. Ada empat jenis.
- Kegunaan bentuk. Usaha menambah nilai dengan mengubah bahan menjadi produk jadi. OpenStax mencontohkan toko roti: kamu ingin donat yang siap dimakan, bukan tepung dan telurnya.
- Kegunaan waktu. Produk tersedia saat pembeli membutuhkannya, misalnya toko yang buka malam atau akhir pekan.
- Kegunaan tempat. Produk bisa dijangkau dengan mudah. Pesan antar makanan adalah contoh yang dipakai OpenStax.
- Kegunaan kepemilikan. Produk mudah dimiliki, misalnya lewat skema pembayaran yang ringan, termasuk rasa puas setelah memilikinya.
OpenStax juga mencatat bahwa marketing tidak hanya diarahkan ke luar. Pemasaran internal, yaitu mengenalkan tujuan dan produk usaha kepada karyawannya sendiri, membuat karyawan siap memberi pengalaman yang baik kepada pelanggan. Untuk usaha kecil, ini sesederhana memastikan admin chat dan kurir paham janji yang kamu tulis di promosi.
Satu catatan jujur. OpenStax berpendapat bahwa marketing tidak menciptakan kebutuhan, melainkan membuka mata pembeli terhadap keinginannya. Kami setuju untuk sebagian besar kasus. Namun, promosi yang menakut-nakuti atau melebih-lebihkan manfaat tetap bisa mendorong orang membeli yang tidak mereka butuhkan. Karena itu konsep pemasaran sosial di bagian sebelumnya tetap relevan: menurut kami, penjualan yang membuat pembeli menyesal sulit berulang.
Cara mulai belajar marketing dari sini
Kalau kamu baru mulai, urutan berikut membuat setiap materi bertumpu pada materi sebelumnya:
- Petakan posisi usahamu dengan analisis SWOT: kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
- Pilih pembelimu dengan konsep STP dan tulis profilnya sebagai buyer persona.
- Susun keputusan 4P atau 7P lewat panduan marketing mix.
- Rangkai semuanya menjadi rencana kerja dengan panduan menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil.
- Pindahkan ke saluran daring lewat materi pemasaran digital dan dasar SEO untuk mendatangkan pengunjung dari Google.
Saat mulai beriklan, ukur hasilnya dengan kalkulator ROAS supaya kamu tahu berapa pendapatan yang kembali dari setiap rupiah biaya iklan. Kalau ada istilah yang masih membingungkan, tanyakan ke asisten tanya jawab Belajar Marketing atau buka kumpulan materi strategi dan teori pemasaran.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya marketing dan pemasaran?
Tidak ada bedanya. Pemasaran adalah padanan bahasa Indonesia untuk marketing. Keduanya merujuk pada kegiatan memahami kebutuhan pembeli lalu menciptakan, mengomunikasikan, mengantarkan, dan menukarkan penawaran yang bernilai bagi mereka.
Apa pengertian pemasaran menurut para ahli?
American Marketing Association mendefinisikan pemasaran sebagai kegiatan, kumpulan lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, mengantarkan, dan menukarkan penawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas. The Chartered Institute of Marketing merumuskannya sebagai proses manajemen untuk mengenali, mengantisipasi, dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara menguntungkan. Philip Kotler menyebut marketing sebagai ilmu dan seni menggali, menciptakan, dan menghantarkan nilai untuk memenuhi kebutuhan pasar sasaran dengan mendapatkan laba.
Apa bedanya marketing dan sales?
Marketing menjawab siapa pembelinya, apa yang mereka butuhkan, dan penawaran apa yang layak dibuat. Sales atau penjualan adalah bagian dari marketing yang fokus menutup transaksi dengan calon pembeli yang sudah tertarik.
Kegiatan marketing apa saja?
Philip Kotler menyebut lima proses kunci marketing: menemukan peluang, mengembangkan produk baru, menarik pelanggan, mempertahankan pelanggan dan membangun loyalitas, serta memenuhi pesanan. Untuk usaha kecil, wujudnya antara lain mencari tahu kebutuhan pembeli, menentukan produk dan harga, memilih tempat berjualan, berpromosi, dan menjaga pelanggan supaya kembali.
Apa saja jenis marketing?
Halaman definisi American Marketing Association membedakan inbound marketing (pelanggan menghubungi pemasar lebih dulu) dan outbound marketing (pemasar menghubungi pelanggan lebih dulu). Halaman yang sama juga menjelaskan beberapa bidang marketing, misalnya content marketing, relationship marketing, influencer marketing, viral marketing, guerilla marketing, green marketing, dan email marketing.
Apakah marketing sama dengan promosi atau iklan?
Tidak. Promosi hanya satu dari empat unsur bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi), dan iklan adalah salah satu bentuk promosi. HubSpot mengibaratkan marketing sebagai roda dan iklan sebagai salah satu jari-jarinya.
Apa saja konsep inti pemasaran?
Artikel ini memakai enam konsep inti: kebutuhan pembeli, target pasar, nilai (manfaat dibanding biaya menurut pembeli), bauran pemasaran 4P, pertukaran, dan hubungan dengan pelanggan. Hubungan yang baik membawa kamu kembali ke awal, karena pelanggan memberi petunjuk kebutuhan berikutnya.
Apakah usaha kecil perlu belajar marketing?
Perlu, karena setiap usaha yang menjual sesuatu sudah menjalankan marketing, disadari atau tidak: memilih produk, menetapkan harga, memilih tempat berjualan, dan memberi tahu calon pembeli. Belajar konsepnya membantu kamu mengambil keputusan itu dengan sengaja, bukan sekadar meniru pesaing.
Sumber
- Definitions of Marketing American Marketing Association (ama.org), diakses
- About AMA American Marketing Association (ama.org), diakses
- What is marketing? The Chartered Institute of Marketing (CIM) (cim.co.uk), diakses
- Dr. Philip Kotler Answers Your Questions on Marketing (arsip 3 Agustus 2025) Kotler Marketing Group, via Internet Archive (web.archive.org), diakses
- Principles of Marketing, 1.1 Marketing and the Marketing Process OpenStax, Rice University (openstax.org), diakses
- Principles of Marketing, 1.2 The Marketing Mix and the 4Ps of Marketing OpenStax, Rice University (openstax.org), diakses
- Principles of Marketing, 1.4 Evolution of the Marketing Concept OpenStax, Rice University (openstax.org), diakses
- Principles of Marketing, 1.5 Determining Consumer Needs and Wants OpenStax, Rice University (openstax.org), diakses
- Principles of Marketing, Bab 1 References OpenStax, Rice University (openstax.org), diakses
- What is Marketing, and What's Its Purpose? HubSpot (blog.hubspot.com), diakses
- Pemasaran (entri KBBI VI Daring) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (kbbi.kemendikdasmen.go.id), diakses
- Digital 2026: Indonesia DataReportal (Kepios) (datareportal.com), diakses



