Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar

Pemasaran Digital (Digital Marketing): Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Pemasaran digital adalah cara memasarkan usaha lewat internet. Pelajari pengertian, empat jenis kanalnya, beda dengan cara konvensional, dan contoh untuk UMKM.

Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui Baca 12 menit
Tangan mengetik di laptop dilihat dari atas, dengan ponsel, dompet, earphone nirkabel, jam tangan, dan mug berisi minuman di meja kayu
Foto: Burst / StockSnap.io, CC0 1.0
Jawaban singkat

Pemasaran digital (digital marketing) adalah semua upaya memasarkan produk atau jasa lewat internet, misalnya lewat mesin pencari, iklan online, media sosial, marketplace, email, dan WhatsApp. Jenisnya paling mudah dipahami lewat empat kanal: dicari, dibayar, dimiliki, dan dibagikan. Usaha kecil biasanya paling aman mulai dari kanal dicari dan dimiliki, lalu menambah iklan setelah tahu kanal mana yang mendatangkan pembeli.

Daftar isi

Pemasaran digital (digital marketing) adalah semua upaya memasarkan produk atau jasa lewat internet, mulai dari muncul di pencarian Google, beriklan di Instagram, sampai mengirim kabar promo lewat WhatsApp. Tujuannya sama dengan pemasaran pada umumnya: membuat orang tahu, tertarik, lalu membeli. Yang berbeda hanya tempat bertemunya, yaitu layar ponsel dan laptop calon pembelimu.

Tempat itu sekarang ramai. Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat 230 juta pengguna internet di Indonesia pada Oktober 2025, setara 80,5 persen dari total penduduk, serta 180 juta identitas pengguna media sosial. DataReportal sendiri mengingatkan bahwa angka identitas media sosial belum tentu sama dengan jumlah orang unik, jadi baca angka itu sebagai gambaran besar, bukan jumlah calon pembeli.

Di artikel ini kamu akan belajar pengertiannya, bedanya dengan pemasaran konvensional, lalu peta empat kanal (dicari, dibayar, dimiliki, dibagikan) dengan satu contoh usaha kecil di tiap kanal. Kalau kamu belum yakin apa yang dimaksud dengan pemasaran itu sendiri, baca dulu pengertian marketing dari dasar, lalu kembali ke sini.

Apa itu digital marketing? Pengertian dalam bahasa sehari-hari

HubSpot mendefinisikan digital marketing sebagai semua upaya pemasaran yang berlangsung di internet, ketika bisnis memakai kanal digital seperti mesin pencari, media sosial, email, dan situs web lain untuk terhubung dengan pelanggan sekarang maupun calon pelanggan. Definisi itu juga memasukkan komunikasi lewat pesan teks dan multimedia, dan di bagian lain artikel yang sama HubSpot menyebut WhatsApp sebagai salah satu platform pesan yang bisa dipakai.

Kata kuncinya adalah kanal, yaitu tempat atau jalur pesanmu sampai ke calon pembeli. Google, Shopee, Instagram, TikTok, website, email, dan WhatsApp adalah kanal yang berbeda. Masing-masing punya aturan main, cara orang memakainya, dan cara mengukur hasilnya sendiri.

Istilahnya memang banyak, tapi isinya sama. Pemasaran digital, digital marketing, marketing digital, dan online marketing merujuk ke kegiatan yang sama. Di situs ini kami memakai "pemasaran digital" untuk teks dan "digital marketing" bila istilah Inggrisnya lebih dikenal pembaca.

Supaya tidak membingungkan, pecah pengertian ini jadi tiga bagian yang selalu ada:

  1. Kanal: di mana kamu muncul (pencarian, iklan, akun sendiri, atau omongan orang lain).
  2. Pesan dan konten: apa yang kamu sampaikan di kanal itu (foto produk, artikel, video, penawaran).
  3. Pengukuran: angka yang memberi tahu apakah usahamu bekerja (kunjungan, pesan masuk, pesanan).

Salah kaprah yang sering muncul: banyak orang menyamakan pemasaran digital dengan "posting di media sosial". Menurut kami ini penyempitan yang merugikan. Media sosial hanya satu kanal. Pembeli yang mengetik "keripik pedas Jogja" di Google atau di kolom cari marketplace sedang mencari, dan mereka tidak akan menemukanmu kalau kamu hanya rajin mengunggah Reels.

Pemasaran digital juga bukan pengganti pemahaman dasar pemasaran. Kamu tetap perlu tahu siapa pembelimu, apa yang membuat produkmu dipilih, dan berapa harga yang masuk akal. Kanal digital hanya mengubah cara pesan itu dikirim dan cara hasilnya dihitung. Kerangka besarnya kami bahas di panduan strategi pemasaran.

Beda pemasaran digital dan pemasaran konvensional

Pemasaran konvensional adalah cara yang sudah lama dipakai sebelum internet: spanduk, brosur, iklan koran dan radio, papan reklame, sampai rekomendasi dari mulut ke mulut. Menurut kami, cara ini tidak salah dan masih berguna, terutama untuk usaha yang pembelinya ada di sekitar lokasi.

Perbedaannya paling terasa di lima hal berikut:

AspekPemasaran konvensionalPemasaran digital
Siapa yang melihatSiapa pun yang lewat atau membaca media ituBisa diarahkan ke orang dengan minat, lokasi, atau pencarian tertentu
Biaya awalCetak dan sewa tempat dibayar di depanAda kanal tanpa biaya (misalnya Google Profil Bisnis), anggaran iklan kamu tetapkan sendiri dan bisa dimulai kecil
PengukuranSulit tahu berapa orang yang datang karena brosurKunjungan, klik, dan pesan masuk tercatat per kanal
Mengubah pesanHarus cetak ulangBisa diganti hari itu juga
InteraksiSatu arahCalon pembeli bisa bertanya, berkomentar, dan membagikan

Empat baris pertama di tabel itu punya dasar dari sumber yang kami kutip. HubSpot menyebut digital marketing memungkinkan bisnis menargetkan audiens yang sangat spesifik, memberi gambaran dari awal sampai akhir atas metrik seperti impresi, bagikan, tayangan, klik, dan waktu di halaman, serta lebih mudah diubah dibanding surat promosi kiriman pos atau papan reklame. Soal biaya, Bantuan Google Ads menjelaskan bahwa kamu sendiri yang menetapkan bid CPC maksimum (jumlah terbesar yang bersedia kamu bayar untuk satu klik) dan anggaran harian rata-rata, dan dalam satu periode penagihan kamu tidak ditagih lebih dari 30,4 kali anggaran harian rata-rata. Halaman yang sama bahkan menyarankan memulai dari jumlah kecil. Baris interaksi adalah pengamatan kami, bukan kutipan sumber.

Tapi jangan buru-buru membuang cara lama. Panduan SEO dari Google Search Central sendiri menyarankan promosi offline, misalnya mencantumkan alamat situs di kartu nama, kop surat, dan poster. Jadi pertanyaannya bukan "digital atau konvensional", melainkan bagaimana keduanya saling menyambung. Stiker kode QR di kemasan yang membuka katalog WhatsApp-mu adalah contoh kecil jembatan itu.

Jenis pemasaran digital: peta empat kanal

Kalau kamu membaca artikel lain, jenis digital marketing biasanya ditulis sebagai daftar panjang. Artikel HubSpot tadi saja menjabarkan 14 jenis, dari SEO sampai instant messaging marketing. Daftar seperti itu lengkap, tapi pemula sering bingung harus mulai dari mana.

Kami memilih cara yang lebih praktis: mengelompokkan kanal menurut cara calon pembeli bertemu usahamu. Hasilnya empat kanal saja, dan tiap kanal punya pilar belajar sendiri di situs ini.

Diagram empat kotak berisi kanal pemasaran digital: dicari, dibayar, dimiliki, dan dibagikan, masing-masing dengan satu contoh usaha kecil
Empat kanal pemasaran digital dikelompokkan menurut cara calon pembeli bertemu usahamu. Contoh usaha di dalamnya adalah ilustrasi.

1. Kanal dicari: muncul saat orang sedang mencari

Kanal dicari bekerja ketika calon pembeli sudah punya kebutuhan dan mengetikkannya di Google, Google Maps, atau kolom cari marketplace. Tugasmu adalah muncul di hasil pencarian itu. Alat utamanya SEO (search engine optimization), yang oleh Google dijelaskan sebagai proses membantu mesin telusur memahami kontenmu dan membantu pengguna menemukan situsmu. Penjelasan lengkapnya ada di artikel apa itu SEO.

Untuk usaha lokal, langkah paling dekat adalah Google Profil Bisnis (banyak orang masih menyebutnya Google Bisnisku, lihat kamus Google Bisnisku). Menurut Bantuan Google Profil Bisnis, profil yang sudah diverifikasi membuat pelanggan bisa menemukan bisnismu di Penelusuran dan Maps, dan kamu bisa menambahkan atau mengklaimnya tanpa biaya.

Contoh ilustrasi: sebuah kedai kopi kecil melengkapi profilnya dengan jam buka, foto menu, dan alamat yang benar. Orang yang mencari "kopi dekat sini" dari kampus di seberang jalan punya peluang melihatnya, padahal kedai itu belum pernah memasang iklan. Topik ini dibahas lebih jauh di pilar SEO dan website.

2. Kanal dibayar: kamu membayar agar tampil

Kanal dibayar adalah iklan: Google Ads, Meta Ads (Facebook dan Instagram), TikTok Ads, dan iklan di dalam marketplace. Kelebihannya cepat dan bisa menjangkau orang yang belum mencari produkmu. Konsekuensinya, jangkauan dari iklan bergantung pada anggaran. Bantuan Google Ads menjelaskan bahwa sistemnya dirancang untuk berhenti menampilkan iklan ketika batas pembelanjaan harian atau bulanan kampanye sudah tercapai.

Tiap platform punya struktur sendiri. Pusat Bantuan Bisnis Meta menjelaskan bahwa pembuatan iklan di Pengelola Iklan Meta diatur dalam tiga level: kampanye, set iklan, dan iklan. Mulai dari artikel Meta Ads kalau kamu ingin memahami cara kerjanya sebelum mengeluarkan uang.

Contoh ilustrasi: toko hijab rumahan memasang iklan Reels yang ditujukan ke pembeli di kotanya selama akhir pekan peluncuran koleksi baru. Supaya tidak menebak-nebak untung rugi, hitung hasilnya dengan kalkulator ROAS (ROAS atau return on ad spend, perbandingan pendapatan dari iklan dengan biayanya, lihat arti ROAS). Materi iklan lainnya ada di pilar iklan berbayar.

3. Kanal dimiliki: saluran yang kamu kendalikan

Kanal dimiliki adalah saluran yang aturannya paling banyak kamu pegang: website, daftar email pelanggan, dan daftar kontak WhatsApp. Berbeda dengan iklan, kamu tidak membayar per tayangan atau per klik untuk menyapa orang di kanal ini, dan kamu tidak terlalu bergantung pada perubahan algoritma untuk menjangkau pelanggan lama.

WhatsApp Business menyebut aplikasinya dibuat sesuai kebutuhan pemilik bisnis kecil, dengan fitur untuk menampilkan produk, menetapkan harga, dan membagikan item ke pelanggan. Contoh pesan yang sopan dan tidak terasa memaksa ada di contoh promosi di WhatsApp, dan kalau kamu ingin satu halaman khusus untuk menampung pesanan, pelajari landing page.

Contoh ilustrasi: katering rumahan mengirim menu mingguan setiap Minggu sore ke pelanggan yang sudah setuju menerima kabar. Pelanggan lama memesan lagi tanpa katering itu perlu membayar iklan.

Pendapat kami yang mungkin berbeda dari kebanyakan artikel: akun media sosial bukan kanal yang sepenuhnya kamu miliki. Akunnya memang milikmu, tapi siapa yang melihat unggahanmu diatur platform. Karena itu di diagram, yang diberi warna kuning adalah kotak "dimiliki" (website, kontak WhatsApp, email), bukan akun media sosial. Bangun daftar kontak dan pelanggan sendiri sejak awal. Panduan lain soal kanal ini ada di pilar email dan WhatsApp marketing.

4. Kanal dibagikan: orang lain menyebarkan namamu

Kanal dibagikan terjadi ketika orang lain yang bicara tentang usahamu: ulasan di marketplace dan Google, video pembeli yang mencoba produkmu, afiliasi yang mendapat komisi dari penjualan, dan kreator atau influencer (lihat influencer marketing). Menurut kami, kepercayaan lebih mudah tumbuh dari kanal ini karena pesannya tidak datang dari penjual.

Kanal ini paling sulit dikendalikan, tapi bisa kamu pancing. Caranya dengan membuat konten yang layak dibagikan, mengajak pembeli memberi ulasan setelah barang sampai, atau membuka program afiliasi. Mekanismenya dibahas di affiliate marketing dan content marketing. Untuk mengukur seberapa banyak orang menanggapi kontenmu, pelajari engagement rate.

Contoh ilustrasi: penjual keripik mengirim satu bungkus rasa baru ke beberapa pembeli setia dan meminta pendapat jujur mereka. Sebagian pembeli mengunggah video mencobanya, dan teman-teman mereka bertanya beli di mana. Topik ini masuk pilar media sosial dan konten.

Contoh digital marketing untuk UMKM: satu usaha, empat kanal

Peta empat kanal paling mudah dipahami kalau dipakai bersamaan oleh satu usaha. Bayangkan "Dapur Laras", usaha sambal botolan rumahan di Yogyakarta. Ini contoh ilustrasi, bukan usaha nyata, dan tidak ada angka hasil di bawah karena hasil tiap usaha berbeda.

KanalYang dikerjakan Dapur LarasAngka yang dipantau
DicariToko di marketplace dengan judul produk berisi kata yang dicari pembeli, Google Profil Bisnis untuk pembeli lokalKunjungan toko, pencarian yang memunculkan profil
DimilikiKatalog dan kontak pembeli di WhatsApp Business, kabar stok baru dua minggu sekaliPesan masuk, pesanan ulang
DibagikanMeminta ulasan berfoto setelah barang sampai, mengirim sampel ke beberapa pembeli setiaJumlah ulasan baru, unggahan pembeli
DibayarIklan kecil di marketplace saat ada varian baru, setelah tiga kanal lain berjalanBiaya per pesanan, ROAS

Perhatikan urutannya. Dapur Laras tidak mulai dari iklan. Iklan baru dipasang ketika halaman produk, ulasan, dan cara menerima pesanan sudah siap, sehingga uang iklan tidak terbuang untuk mengirim orang ke toko yang belum meyakinkan.

Perhatikan juga kolom terakhir. Setiap kanal punya angka yang berbeda, dan angka-angka itu disebut KPI (key performance indicator, ukuran utama keberhasilan, lihat kamus KPI). Angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai satu perjalanan pembeli: tahu, tertarik, bertanya, membeli, membeli lagi. Cara membaca perjalanan ini dijelaskan di artikel funnel marketing.

Coba sekarang: tulis empat baris seperti tabel di atas untuk usahamu sendiri. Kalau ada baris yang kosong, itu bukan masalah. Justru dari situ kamu tahu kanal mana yang belum kamu sentuh.

Kelebihan dan keterbatasan yang jarang dibahas

Kelebihan pemasaran digital sudah sering ditulis, jadi kami ringkas saja. Hasilnya bisa diukur, pesannya bisa diubah cepat, dan beberapa kanal bisa dimulai tanpa biaya. Ketiganya punya dasar dari sumber yang kami kutip di bagian perbandingan di atas.

Yang lebih jarang dibahas adalah keterbatasannya. Ini empat yang menurut kami paling perlu kamu tahu sebelum mulai:

  1. Kamu bergantung pada aturan platform. Jangkauan unggahan, kebijakan iklan, dan tampilan hasil pencarian bisa berubah tanpa kamu minta. Ini alasan kanal dimiliki perlu dibangun dari awal.
  2. Sebagian kanal butuh waktu. Google menulis bahwa sebagian perubahan di situs hanya perlu beberapa jam untuk terlihat, sebagian lain bisa sampai beberapa bulan, dan umumnya kamu perlu menunggu beberapa minggu untuk tahu dampaknya.
  3. Angka bisa menipu. Suka dan penonton yang banyak belum tentu berarti pesanan. Pilih angka yang paling dekat dengan uang masuk, misalnya conversion rate, yaitu persentase pengunjung yang akhirnya melakukan tindakan yang kamu harapkan.
  4. Mudah dimulai, sulit dirapikan. Karena semua orang bisa membuat akun hari ini, persaingan perhatian juga ketat. Menurut kami, konsistensi selama beberapa bulan lebih menentukan daripada satu unggahan yang ramai.

Jujur saja, menurut pengamatan kami kesalahan yang sering dilakukan pemula bukan memilih kanal yang salah, tetapi membuka terlalu banyak kanal sekaligus. Lima akun yang jarang diisi kalah berguna dari dua kanal yang dirawat setiap minggu.

Cara memulai pemasaran digital dari nol

Kalau kamu baru mulai, jangan langsung membuka semua kanal. Urutan di bawah ini adalah saran kami untuk usaha kecil, bukan aturan platform, dan tidak menjamin hasil tertentu.

Diagram alur empat langkah: tetapkan satu tujuan, siapkan kanal dicari dan dimiliki, ukur dengan UTM dan Google Analytics, lalu tambah iklan
Urutan memulai yang kami sarankan untuk usaha yang baru masuk ke digital. Ini saran editorial, bukan aturan platform.

  1. Tetapkan satu tujuan. Pilih satu hasil yang bisa dihitung, misalnya "pesanan lewat WhatsApp per minggu". Tujuan yang kabur seperti "biar dikenal" sulit dievaluasi.
  2. Siapkan kanal dicari dan dimiliki. Lengkapi Google Profil Bisnis atau toko marketplace, lalu siapkan WhatsApp Business dengan daftar produk dan harga. Dua kanal ini bisa berjalan tanpa biaya iklan.
  3. Buat konten secukupnya. Foto produk yang jelas, deskripsi yang menjawab pertanyaan pembeli, dan beberapa unggahan rutin. Kalau bingung harus membuat apa, coba generator ide konten.
  4. Ukur dari hari pertama. Bantuan Google Analytics menjelaskan bahwa parameter UTM yang ditambahkan ke URL membuat kampanye yang mendatangkan kunjungan terlihat di laporan akuisisi traffic. Halaman itu juga meminta tiga parameter selalu dipakai: utm_source untuk sumber (misalnya newsletter), utm_medium untuk media (misalnya email), dan utm_campaign untuk nama kampanye (misalnya diskon-lebaran). Penjelasan singkatnya ada di kamus UTM.
  5. Baru tambah iklan. Setelah beberapa minggu, kamu tahu kanal dan pesan mana yang mendatangkan pesanan. Pakai data itu untuk iklan pertama dengan anggaran kecil yang kamu tetapkan sendiri.

Tips: catat hasil tiap minggu di satu tabel sederhana: tanggal, kanal, kunjungan, pesan masuk, pesanan. Setelah sebulan, tabel itu lebih berguna daripada teori mana pun, termasuk artikel ini.

Kalau ada istilah yang membuatmu ragu saat praktik, tanyakan ke asisten Belajar Marketing. Jawabannya dirangkum dari artikel dan kamus di situs ini.

Lanjut belajar sesuai kanal

Pemasaran digital itu luas, jadi belajarlah mengikuti kanal yang paling dekat dengan usahamu sekarang. Pilar di situs ini disusun mengikuti peta yang sama:

Satu saran terakhir dari kami: pilih satu kanal dicari dan satu kanal dimiliki minggu ini, lalu jalankan selama sebulan sebelum menambah yang lain. Pemasaran digital lebih mirip merawat kebun daripada memasang spanduk. Hasilnya datang dari kebiasaan kecil yang diulang, bukan dari satu trik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya pemasaran digital, digital marketing, dan marketing digital?

Ketiganya merujuk ke hal yang sama: memasarkan produk atau jasa lewat internet. Pemasaran digital adalah padanan bahasa Indonesia, digital marketing istilah bahasa Inggris, dan marketing digital campuran keduanya yang sering dipakai sehari-hari.

Apakah jualan di media sosial sudah termasuk pemasaran digital?

Ya, tetapi baru satu bagian. Media sosial menyentuh kanal dimiliki (akun usahamu, walau siapa yang melihat unggahanmu tetap diatur platform) dan kanal dibagikan (konten yang disebarkan orang lain). Pemasaran digital juga mencakup muncul di pencarian Google dan marketplace, iklan berbayar, website, email, dan WhatsApp.

Apakah pemasaran digital harus pakai iklan berbayar?

Tidak. Beberapa kanal bisa dimulai tanpa membayar iklan, misalnya Google Profil Bisnis, yang menurut pusat bantuan Google bisa ditambahkan atau diklaim tanpa biaya, serta katalog dan kontak pelanggan di aplikasi WhatsApp Business. Iklan berguna untuk mempercepat jangkauan setelah kamu tahu pesan dan kanal mana yang bekerja.

Berapa lama hasil pemasaran digital terlihat?

Tergantung kanalnya. Menurut kami, iklan biasanya lebih cepat terlihat karena kamu membayar untuk tampil, sedangkan SEO lebih lambat. Panduan SEO Google menyebut sebagian perubahan butuh beberapa jam dan sebagian lain bisa sampai beberapa bulan, dan umumnya perlu beberapa minggu untuk tahu dampaknya. Tidak ada jaminan hasil di kanal mana pun.

Apa contoh digital marketing yang paling sederhana untuk UMKM?

Lengkapi Google Profil Bisnis agar usahamu muncul di Google Penelusuran dan Maps, lalu simpan kontak pembeli di WhatsApp Business dan kirimi mereka kabar produk baru dengan izin. Dua langkah ini memakai kanal dicari dan dimiliki, tanpa biaya iklan.

Bagaimana cara tahu pemasaran digital saya berhasil?

Tentukan satu tujuan dulu, misalnya jumlah pesanan lewat WhatsApp per minggu. Tandai tiap tautan promosi dengan parameter UTM supaya sumber kunjungannya terbaca di Google Analytics, lalu bandingkan kanal mana yang paling banyak mendatangkan pesanan, bukan sekadar suka atau penonton.

Sumber

  1. Digital 2026: Indonesia DataReportal (datareportal.com), diakses
  2. Digital marketing: Everything you need to know to get it right HubSpot (blog.hubspot.com), diakses
  3. Panduan Memulai SEO: Dasar-Dasar Google Search Central (developers.google.com), diakses
  4. Menambahkan atau mengklaim Profil Bisnis Bantuan Google Profil Bisnis (support.google.com), diakses
  5. Memilih bid dan anggaran Bantuan Google Ads (support.google.com), diakses
  6. Tentang batas pembelanjaan Bantuan Google Ads (support.google.com), diakses
  7. Apa itu level iklan di Pengelola Iklan Meta? Pusat Bantuan Bisnis Meta (facebook.com), diakses
  8. Aplikasi WhatsApp Business WhatsApp Business (whatsappbusiness.com), diakses
  9. Pembuat URL: Mengumpulkan data kampanye dengan URL kustom Bantuan Google Analytics (support.google.com), diakses

Penanggung jawab artikel

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Draf disusun dengan bantuan AI lalu dicek ke sumbernya, sesuai Pedoman Redaksi. Diperbarui .