Landing Page: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya untuk Usaha
Landing page adalah halaman yang dituju setelah orang mengeklik iklan atau tautan. Pelajari fungsi, anatomi, cara membuat tanpa coding, dan daftar periksanya.

Coretan wireframe di buku sketsa. Menyusun bagian halaman di kertas dulu sering lebih cepat daripada langsung membuka pembuat situs.
Landing page adalah halaman web yang dituju orang setelah mengeklik iklan, postingan, atau tautan kampanye, dan dibuat untuk satu aksi saja, misalnya memesan atau mengisi formulir. Fungsinya membuat pengunjung tidak tersesat, menjaga janji iklan tetap sama dengan isi halaman, dan memudahkan kamu mengukur berapa orang yang benar-benar beraksi. Kamu bisa membuatnya tanpa coding dengan pembuat situs seperti Google Sites atau WordPress, asal susunannya fokus pada satu tujuan.
Pengungkapan: artikel ini menautkan Creativism, usaha yang satu keluarga dengan Belajar Marketing. Tautannya bukan iklan berbayar, tetapi tetap produk kami sendiri. Baca hubungan kami.
Daftar isi
Landing page adalah halaman web yang dituju orang setelah mengeklik iklan, postingan, atau tautan kampanye, dan dibuat untuk satu aksi saja: memesan, mendaftar, atau mengisi formulir. Kalau beranda situsmu ibarat etalase toko dengan banyak rak, landing page adalah meja kasir khusus untuk satu promo. Pengunjung datang, paham tawarannya, lalu tahu persis tombol mana yang harus ditekan.
Kenapa ini relevan untuk usaha kecil? Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat 230 juta pengguna internet di Indonesia pada akhir 2025, atau 80,5 persen penduduk. Setiap kali kamu memasang iklan atau menaruh tautan di postingan, sebagian dari mereka akan mengeklik. Yang menentukan apakah klik itu jadi pesanan adalah halaman yang mereka temui sesudahnya.
Di artikel ini kamu akan belajar pengertiannya dari dua sudut, bedanya dengan beranda dan tautan bio, fungsinya untuk usaha, anatomi bagian demi bagian, cara membuatnya tanpa coding, dan daftar periksa sebelum tayang. Artikel ini bagian dari panduan SEO & Website.
Pengertian landing page dari dua sudut pandang
Ada dua definisi yang beredar, dan keduanya benar untuk konteksnya masing-masing.
Definisi luas datang dari pemasang iklan. Glosarium Google Ads menyebut halaman landing sebagai halaman web yang dituju orang setelah mengklik iklan, dan URL-nya biasanya sama dengan URL final iklan. Dengan definisi ini, halaman apa pun yang kamu pasang sebagai tujuan iklan termasuk halaman landing, entah itu halaman produk, halaman kategori, atau beranda.
Definisi sempit datang dari dunia pemasaran konten. HubSpot membedakan halaman web biasa dengan halaman landing: halaman landing punya formulir dan ada semata untuk menangkap informasi pengunjung lewat formulir itu. Kalimat ringkasnya, semua halaman landing adalah halaman web, tetapi tidak semua halaman web adalah landing page. HubSpot juga menegaskan beranda yang punya formulir tetap bukan halaman landing, karena beranda mengerjakan banyak tugas lain.
Menurut kami, UMKM paling terbantu oleh jalan tengahnya: satu halaman, satu tujuan, satu ajakan. Tujuannya tidak harus formulir. Untuk toko kue, aksinya bisa tombol "Pesan paket Lebaran". Untuk kursus menjahit, aksinya bisa formulir daftar kelas. Untuk konsultan pajak, aksinya bisa mengunduh daftar dokumen gratis, yang dalam istilah pemasaran disebut lead magnet. Tombol atau tautan yang mengajak aksi itu sendiri disebut call to action (CTA).
Salah kaprah yang sering muncul: landing page dianggap jenis website tersendiri yang harus dibuat di aplikasi khusus. Padahal itu cuma peran sebuah halaman. Halaman di WordPress, Google Sites, atau toko online-mu bisa menjalankan peran itu, asal isinya fokus ke satu aksi.
Landing page, beranda, dan tautan bio: kapan pakai yang mana
Tiga halaman ini sering dianggap sama karena sama-sama "tempat orang mendarat". Bedanya ada di tugas dan jumlah pintu keluarnya.
| Aspek | Beranda situs | Landing page | Halaman tautan bio |
|---|---|---|---|
| Tugas utama | Memperkenalkan usaha secara umum | Mengajak satu aksi untuk satu penawaran | Membagi pengunjung ke beberapa tujuan |
| Jumlah ajakan | Banyak (katalog, profil, kontak) | Satu | Beberapa tombol sejajar |
| Menu navigasi | Lengkap | Sengaja dikurangi atau dihapus | Biasanya tanpa menu, tetapi berisi banyak tautan |
| Pengunjung datang dari | Pencarian nama usaha, ketik langsung | Iklan, postingan promo, email, pencarian topik tertentu | Profil media sosial |
| Cocok untuk | Orang yang ingin kenal usahamu | Orang yang sudah tertarik pada satu tawaran | Pengikut yang belum tahu mau ke mana |
Yang jarang dibahas: halaman tautan bio sebenarnya kebalikan dari halaman landing. Ia sengaja memberi banyak pilihan, sedangkan halaman landing sengaja membatasi pilihan. Keduanya berguna, tetapi jangan pasang halaman tautan bio sebagai tujuan iklan berbayar. Kamu membayar iklan untuk satu tawaran, lalu menyuruh orang memilih lagi dari banyak tombol.
Contoh ilustrasi: sebuah toko sambal kemasan di Sleman memasang iklan "Sambal bawang 3 botol untuk oleh-oleh". Kalau iklannya mengarah ke beranda, pembeli harus mencari varian sambal bawang di antara belasan produk. Kalau mengarah ke halaman khusus, judulnya langsung "Paket 3 botol sambal bawang untuk oleh-oleh", lengkap dengan foto paket dan satu tombol pesan.
Fungsi landing page untuk usaha kecil
Fungsinya bisa diringkas jadi tiga, dan masing-masing punya dasar dari dokumentasi resmi.
1. Menjaga janji iklan tetap sama dengan isi halaman. Halaman bantuan 5 cara menggunakan Skor Kualitas menyarankan kamu memberikan apa yang dicari orang. Contohnya, orang yang mengeklik iklan "kemeja flannel" harus menemukan koleksi flannel. Halaman yang sama meminta konsistensi pesan dari iklan hingga halaman landing, termasuk penawaran dan ajakannya.
2. Membantu kualitas iklan. Di Google Ads, kualitas halaman landing adalah salah satu dari tiga komponen Skor Kualitas, bersama CTR yang diharapkan dan relevansi iklan. Skor ini berskala 1 sampai 10 di tingkat kata kunci. Glosarium Google Ads menyebut kualitas halaman landing ditentukan oleh kegunaan dan relevansi informasinya, kemudahan navigasi, jumlah link di halaman, dan kecocokannya dengan ekspektasi orang yang mengeklik iklan. Catatan penting: Google menyebut Skor Kualitas alat diagnostik, bukan masukan untuk lelang iklan, jadi jangan dikejar sebagai angka.
3. Membuat hasil bisa diukur. Karena hanya ada satu aksi, kamu bisa menghitung conversion rate dengan jelas, yaitu persentase pengunjung yang menjalankan aksi itu. Di Google Analytics, kamu bisa menandai aksi penting sebagai peristiwa utama. Menurut Bantuan Google Analytics, laporan Halaman landing menyertakan kolom Peristiwa utama, jadi kamu bisa melihat halaman mana yang paling banyak menghasilkan aksi. Cara membaca angka ini per tahap ada di artikel funnel marketing.
Menurut kami, fungsi ketiga paling sering diremehkan pemilik usaha. Tanpa halaman khusus, semua klik masuk ke beranda dan bercampur dengan pengunjung lain. Kamu jadi sulit membedakan pesanan yang datang dari iklan Ramadan dengan pesanan dari pelanggan lama yang memang mengetik nama tokomu.
Anatomi landing page bagian demi bagian
Tidak ada susunan tunggal yang wajib. Panduan landing page HubSpot menyebut tawaran sederhana seperti unduhan panduan cukup dengan judul, beberapa poin, dan formulir. Tawaran yang butuh pertimbangan lebih, seperti konsultasi, butuh lapisan tambahan seperti testimoni atau daftar fitur. Wireframe di bawah adalah titik awal yang aman untuk kebanyakan UMKM.

- Logo saja, tanpa menu. Penulis panduan HubSpot bercerita bahwa ia kini menghapus navigasi situs, sidebar, dan ajakan kedua dari halaman semacam ini, karena tautan tambahan memberi pengunjung terlalu banyak jalan untuk pergi. Ini sejalan dengan glosarium Google Ads yang memasukkan jumlah link di halaman sebagai bagian penilaian kualitas.
- Judul berisi manfaat. Tulis hasil yang didapat pembeli, bukan slogan. "Nasi kotak untuk 50 orang, diantar ke lokasi acaramu" lebih jelas daripada "Rasa yang tak terlupakan". Kalau butuh latihan menulis kalimat seperti ini, baca panduan copywriting.
- Foto produk asli. Tunjukkan barang atau hasil kerja yang benar-benar dijual. Menurut kami, pembeli lebih mudah percaya pada foto barang yang akan mereka terima daripada foto stok yang bisa ditemukan di situs mana saja.
- Satu tombol ajakan utama. HubSpot menyarankan teks tombol yang spesifik, seperti "Dapatkan panduannya", alih-alih teks umum seperti "Kirim" atau "Pelajari lebih lanjut". Letakkan tombol ini di bagian atas agar terlihat tanpa menggulir.
- Tiga poin manfaat. Ambil dari pertanyaan yang paling sering masuk ke chat: berapa lama pengiriman, tahan berapa hari, bisa custom atau tidak.
- Bukti dari pembeli. Satu atau dua ulasan asli sudah cukup. Penulis panduan HubSpot memilih satu atau dua bukti yang langsung mendukung tawaran, karena terlalu banyak logo atau kutipan malah mengalihkan perhatian dari tombol.
- Formulir singkat. Minta data seperlunya untuk menindaklanjuti. Penulis panduan HubSpot menceritakan pengalamannya: banyak pengunjung berhenti tepat di kolom nomor ponsel, dan setelah kolom itu dihapus, konversinya naik. Itu satu pengalaman, bukan jaminan, tetapi cukup jadi alasan untuk memeriksa setiap kolom di formulirmu.
Coba sekarang: buka halaman yang selama ini kamu pakai sebagai tujuan iklan atau tautan promo. Hitung berapa tautan yang bisa diklik selain tombol utama. Setiap tautan yang tidak membantu orang menjalankan aksi utama adalah kandidat untuk dihapus, dan itulah pekerjaan pertamamu.
Cara membuat landing page tanpa coding
Kabar baiknya, kamu tidak perlu programmer untuk mulai. Halaman bantuan Membuat situs atau halaman landing untuk iklan menyebut coding tidak diperlukan, dan mencontohkan pembuat situs seperti Wix, Squarespace, GoDaddy, Google Sites, Shopify, dan WordPress. Halaman yang sama memberi opsi lain untuk bisnis lokal: memakai Profil Bisnis sebagai halaman tujuan iklan bila kamu belum punya situs.
Bagaimana dengan landing page gratisan? Sebagian pembuat situs bisa dipakai tanpa biaya untuk memulai, tetapi paket, batasan, dan biaya domainnya berbeda-beda dan sering berubah. Jadi kami tidak menuliskan harga di sini. Cek halaman harga resmi tiap layanan, lalu pilih yang paling mudah kamu ubah sendiri. Menurut kami, alat yang bisa kamu perbarui dalam lima menit lebih berharga daripada alat dengan template paling cantik yang setiap perubahannya harus menunggu orang lain.
Urutan kerjanya:
- Tentukan satu tujuan dan satu penawaran. HubSpot memulai setiap halaman dengan tiga pertanyaan: kenapa halaman ini dibuat, untuk siapa, dan aksi apa yang diharapkan. Kalau jawabanmu lebih dari satu aksi, pecah jadi dua halaman.
- Tulis isinya di kertas atau dokumen dulu. Ikuti tujuh bagian anatomi di atas. Menulis di dokumen membuatmu fokus pada kata-kata, bukan pada warna tombol.
- Pilih alat dan template paling sederhana. Hapus menu navigasi bila alatnya mengizinkan, atau pilih template satu halaman.
- Samakan kata-kata dengan iklan atau postingannya. Diagram di bawah menunjukkan alurnya.
- Pasang pengukuran. Tambahkan Google Analytics dan tandai aksi utama sebagai peristiwa utama. Menurut Bantuan Google Analytics, caranya lewat Admin, bagian Tampilan data, lalu Peristiwa, dan kamu butuh peran Pemasar atau lebih tinggi untuk menandai peristiwa baru. Nama menu bisa berubah, jadi cocokkan dengan halaman bantuan itu kalau tampilanmu berbeda. Bila kamu beriklan di Meta, pasang juga Meta Pixel. Beri tautan promo parameter UTM supaya sumber kunjungannya terbaca.
- Uji sebelum disebar. HubSpot menyarankan membuka halaman di desktop dan ponsel, mengeklik setiap tombol, dan memastikan formulir benar-benar mengirim data ke tempat yang benar. Mereka pernah kehilangan prospek selama seminggu karena formulir belum tersambung ke sistemnya.
- Siapkan halaman terima kasih. Setelah orang beraksi, beri konfirmasi dan langkah berikutnya, misalnya perkiraan waktu dihubungi.

Satu catatan untuk iklan Google: halaman tujuanmu harus berfungsi. Kebijakan persyaratan tujuan Google Ads menyebut iklan bisa ditolak bila tujuannya tidak berfungsi atau tidak bisa diakses. Halaman yang sama juga menolak tujuan yang sulit dinavigasi, dengan contoh antara lain pop-up yang menghalangi konten, situs yang mengganggu tombol kembali di browser, dan situs yang tidak dimuat dengan cepat. Kalau kamu sedang menyiapkan kampanye pertama, tulisan Creativism tentang cara pasang iklan Google Ads membahas sisi iklannya.
Daftar periksa landing page sebelum dan sesudah tayang
Gunakan daftar ini sebelum menekan tombol terbitkan, lalu ulangi sebulan sekali.
| Periksa | Pertanyaan | Dasar |
|---|---|---|
| Kecocokan pesan | Apakah judul halaman mengulang janji di iklan atau postingan? | Bantuan Google Ads, 5 cara menggunakan Skor Kualitas |
| Satu aksi | Apakah hanya ada satu tombol ajakan utama? | HubSpot, panduan landing page |
| Tampilan ponsel | Apakah tombol terlihat dan mudah ditekan di layar HP? | Bantuan Google Ads menyarankan situs yang mobile-friendly |
| Kecepatan dan kenyamanan | Apakah gambar sudah dikompres dan tidak ada video yang berputar otomatis di bagian atas? | HubSpot, panduan landing page |
| Formulir | Apakah setiap kolom memang dibutuhkan untuk menindaklanjuti? | HubSpot, panduan landing page |
| Pengukuran | Apakah aksi utama sudah tercatat sebagai peristiwa utama? | Bantuan Google Analytics |
| Fungsi | Apakah halaman bisa dibuka tanpa error dan tanpa pop-up penghalang? | Kebijakan persyaratan tujuan Google Ads |
Setelah tayang, angka yang dipantau adalah conversion rate. Cara menghitung dan membacanya ada di artikel conversion rate. Kalau ingin membandingkan dua versi judul atau tombol, pelajari dulu A/B testing, dan ubah satu bagian saja per percobaan supaya kamu tahu apa penyebab perubahan angkanya. Untuk menghitung apakah biaya iklan sepadan dengan pesanan yang masuk, pakai kalkulator ROAS.
Sekarang soal SEO, dan di sini kami agak berbeda pendapat dengan banyak panduan. Halaman khusus iklan sengaja dibuat ringkas, dan itu wajar. Tetapi halaman yang hanya berisi judul dan tombol jarang cukup untuk menjawab orang yang datang dari pencarian organik. Kalau kamu ingin halamannya juga ditemukan di Google tanpa membayar, tambahkan penjelasan yang menjawab pertanyaan pembeli, lalu pastikan dasarnya beres seperti dijelaskan di artikel SEO adalah. Soal kecepatan, Google Search Central menyatakan Core Web Vitals dipakai sistem penentuan peringkatnya, tetapi hasil baik di laporan tidak menjamin peringkat teratas, dan mengejar skor sempurna hanya demi SEO mungkin bukan tindakan yang tepat. Fokuslah pada pengalaman pengunjung, bukan angka Core Web Vitals yang sempurna.
Catatan jujur dari kami: landing page yang rapi tidak menjamin penjualan. Ia hanya memastikan pengunjung yang sudah tertarik tidak hilang karena bingung. Kalau tawarannya kurang menarik atau iklannya menyasar orang yang salah, halaman sebagus apa pun tidak bisa menutupinya.
Kapan cukup dibuat sendiri, kapan butuh bantuan
Untuk satu atau dua penawaran, membuat sendiri dengan pembuat situs biasanya cukup. Kamu yang paling paham pertanyaan pembeli, dan pemahaman itu lebih penting daripada desain. Mulailah dari satu produk terlaris, buat satu halaman, lalu ukur selama beberapa minggu sebelum menambah halaman lain.
Bantuan mulai masuk akal saat kamu menjalankan banyak kampanye sekaligus, butuh halaman yang tersambung ke sistem pemesanan, atau angka konversinya tidak bergerak meski sudah beberapa kali kamu ubah. Saat memilih pihak luar, tanyakan bagaimana mereka mengukur hasil, minta akses penuh ke halaman dan datanya tetap atas namamu, dan hati-hati dengan janji angka penjualan tertentu.
Kalau kamu ingin membandingkan, Creativism, agensi tempat penulis artikel ini bekerja, punya halaman layanan pembuatan landing page yang bisa kamu lihat lewat tombol di bawah artikel ini. Tulisan mereka tentang contoh copywriting iklan juga berguna untuk menyamakan kata-kata iklan dengan judul halamanmu.
Kalau masih ada istilah yang membingungkan, tanyakan lewat asisten tanya jawab kami atau lanjutkan ke panduan SEO & Website. Pekerjaan pertamamu hari ini sederhana: pilih satu penawaran, tulis judul manfaatnya, dan pastikan halaman untuk penawaran itu hanya punya satu tombol.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya landing page dan website?
Website adalah kumpulan halaman dengan banyak keperluan, seperti profil usaha, katalog, dan kontak. Landing page biasanya satu halaman di dalam atau di luar website itu yang dibuat untuk satu aksi saja, misalnya memesan paket tertentu atau mengisi formulir. Jadi landing page bisa menjadi bagian dari website, tetapi website tidak otomatis menjadi landing page.
Apakah landing page harus punya formulir?
Tidak selalu. HubSpot memakai definisi sempit, yaitu halaman yang punya formulir dan ada semata untuk menangkap data pengunjung. Glosarium Google Ads memakai definisi lebih luas, yaitu halaman yang dituju setelah orang mengeklik iklan. Untuk UMKM, aksi utamanya bisa berupa tombol pesan atau tombol beli, asalkan hanya ada satu tujuan.
Apakah bisa membuat landing page gratisan?
Bisa mulai tanpa biaya coding. Bantuan Google Ads menyebut pembuat situs seperti Google Sites, WordPress, Wix, dan Shopify sebagai pilihan yang tidak memerlukan coding. Biaya tiap layanan berbeda dan bisa berubah, jadi cek halaman harga resminya sebelum memilih, termasuk biaya domain bila kamu ingin alamat sendiri.
Bolehkah iklan langsung diarahkan ke beranda situs?
Boleh. Glosarium Google Ads pun menyebut halaman landing sebagai halaman apa pun yang dituju setelah orang mengeklik iklan. Masalahnya ada di kecocokan: Bantuan Google Ads menyarankan halaman yang dituju menampilkan apa yang dicari orang dan menjaga konsistensi pesan dari iklan sampai halaman. Beranda melayani banyak keperluan, jadi pengunjung harus mencari sendiri produk yang dijanjikan iklan.
Apakah landing page bisa muncul di Google tanpa iklan?
Bisa. Syarat dasarnya, halaman bisa dirayapi dan diindeks Google, dan isinya menjawab pertanyaan pencari. Itu pun tidak menjamin peringkat. Menurut kami, halaman yang hanya berisi judul dan tombol jarang cukup untuk bersaing di hasil organik, jadi landing page untuk pencarian organik perlu penjelasan yang lebih lengkap daripada landing page khusus iklan.
Bagaimana cara tahu landing page saya berhasil?
Hitung conversion rate, yaitu persentase pengunjung yang menjalankan aksi utama. Di Google Analytics, tandai aksi penting seperti kirim formulir sebagai peristiwa utama, lalu lihat kolom Peristiwa utama di laporan Halaman landing. Bandingkan angkanya dari waktu ke waktu sebelum dan sesudah kamu mengubah satu bagian halaman.
Sumber
- Halaman landing (Glosarium Google Ads) Bantuan Google Ads (support.google.com), diakses
- Tentang Skor Kualitas untuk kampanye Penelusuran Bantuan Google Ads (support.google.com), diakses
- 5 cara menggunakan Skor Kualitas untuk meningkatkan performa Anda Bantuan Google Ads (support.google.com), diakses
- Membuat situs atau halaman landing untuk iklan Bantuan Google Ads (support.google.com), diakses
- Persyaratan tujuan iklan Bantuan Kebijakan Google Ads (support.google.com), diakses
- What Is a Landing Page? [FAQs] HubSpot (blog.hubspot.com), diakses
- How to create a landing page with high ROI [+ expert and data-backed tips] HubSpot (blog.hubspot.com), diakses
- Memahami Pengalaman Halaman Google Google Search Central (developers.google.com), diakses
- Tentang peristiwa utama Bantuan Google Analytics (support.google.com), diakses
- Menandai peristiwa sebagai peristiwa utama Bantuan Google Analytics (support.google.com), diakses
- Digital 2026: Indonesia DataReportal (datareportal.com), diakses



